Wakil Ketua DPR-RI Setujui Alih Status IAIN Ambon Jadi Universitas

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fachri Hamzah, menyetujui keinginan civitas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon untuk meningkatkan statusnya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon. Dukungan Fachri ini disampaikan kepada wartawan usai mengisi Kuliah Umum di Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon, Kamis, 19 Juli 2018.
Fachri mengakui, kendala yang dihadapi oleh hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia, termasuk IAIN Ambon untuk alih status, akibat adanya pemberlakukan moratorium oleh pemerintah. Bila saatnya nanti, kalau moratorium yang ditetapkan pemerintah Joko Widodo sudah dicabut, maka rencana alih status tersebut akan dipresure percepat secara politik. Sebab itu, seluruh keperluan administrasi untuk pemenuhan standar alih status menjadi universitas, harus disiapkan oleh IAIN Ambon mulai dari sekarang. Sehingga, ketika moratorium sudah dicabut, IAIN Ambon tidak lagi sibuk untuk mengurus hal tersebut. Tinggal saja, menunggu kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Secara politik, Fachri menegaskan, pihaknya memberikan dukungan penuh dalam rangka meningkatkan status IAIN Ambon menjadi universitas, sesuai dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di daerah Maluku. "Mudah-mudahan setelah ada inisiatif dari pemerintah untuk mencabut moratorium nanti, maka IAIN Ambon bisa menjadi prioritas pemerintah untuk ditingkatkan statusnya menjadi universitas," kata Fachri.
Sebab, menjadikan IAIN Ambon untuk universitas, sama artinya mendukung laju pembangunan sumber daya manusia di daerah ini. Lewat universitas, IAIN Ambon akan lebih luas lagi dalam mengembangan sistem pendidikan, yang jauh jauh, lebih dalam, yang lebih kontributif kepada masyarakat Indonesia pada umumnya, sama dengan di daerah-daerah lainnya. "Ini harus kita dorong untuk dipercepat," tegas Fachmi.
Lebih jauh menurut Fachri, alih status IAIN Ambon menjadi universitas merupakan suatu kebutuhan untuk menjawab tantangan program pemerintah, menjadikan daerah ini sebagai laboratorium keumatan. Di mana, meskipun sudah ada kebijakan untuk menjadikan daerah ini sebagai laboratorium keumatan, namun belum ada lembaga pendidikan tinggi yang akan menopang program dimaksud. Sebab itu, IAIN Ambon yang direncanakan menjadi universitas tersebut, dapat menjawab tantangan dan kebutuhan dari program kerukunan umat beragama ini. "Sadar dengan sungguh, bahwa Kita perlu pendidikan yang lebih maju, yang lebih luas. Tapi, juga perlu anggaran, karena masyarakat sendiri belum mampu membiayai kegiatan-kegiatan atau program kerukunan ini. Jadi, merubah IAIN Ambon menjadi universitas, mungkin dapat menjadi awal dari cara kita di pusat untuk membiayai studi-studi kerukunan umat beragama, dan sebagainya," sebut Fachri. (***)

Dilihat: 236