TNI-Polri Dan Civitas IAIN Ambon Tanam Ribuan Anakan Pohon

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-74 tahun, maka Komando Daerah Militer (Kodam) XVI/Pattimura mengadakan program penanaman pohon dengan tagline, Serbuan Teritorial Kodam XVI/Pattimura kerjasama Kodam XVI/Pattimura, IAIN Ambon dan Paguyuban Budiasi. Penghijauan yang melibatkan langsung Pangdam XVI/Pattimura, Mayor Jenderal TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H, dan Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dipusatkan di area kampus IAIN Ambon, termasuk pada pusat bencana tanah longsor di kampus hijau tersebut, pada, Kamis, (19/9/2019). Kegiatan penghijauan ini melibatkan ratusan mahasiswa IAIN Ambon, warga, aparat TNI dan Polri, maupun keluarga TNI.

Mengawali sambutannya, Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, mengapresiasi kegiatan penghijauan yang diinisiasi oleh Kodam XVI/Pattimura dan dipusatkan di IAIN Ambon. Sebagai pimpinan tertinggi di kampus tersebut, Rektor mangaku bangga atas dipilihnya IAIN Ambon sebagai lokasi penghijauan untuk menyambut HUT TNI ke-74 tahun. Tentu, penghijauan ini selain penting dilakukan, juga pemilihan lokasi di IAIN Ambon tak lain untuk memberikan penguatan kembali terhadap lokasi bencana di kampus hijau itu. Rektor lalu menguraikan bahwa, beberapa bulan lalu, seantero masyarakat di Maluku bahkan di Indonesia, dikagetkan dengan adanya bencana pergeseran tanah yang menyebabkan amblasnya beberapa gedung di IAIN Ambon. Pasca bencana itu, sebagai pimpinan tertinggi di IAIN Ambon, Rektor mengaku tak berhenti untuk terus berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak, mulai di tingkat daerah hingga pusat, untuk proses pemulihan atau recoveri bencana yang tengah melanda kampus keumatan tersebut. Bagi Rektor, tak ada yang mustahil untuk dapat segera mengatasi persoalan tersebut, kalau dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Maka, menurut Rektor, program penghijauan menjadi salah satu dari sekian kegiatan TNI yang sudah dilakukan di IAIN Ambon, khususnya untuk penanganan pasca bencana tersebut. Kemarin, program penghijauan tersebut kembali dipusatkan di lokasi titik bencana, yang sebelumnya dalam proses pengurukan area retakan, juga melibatkan pihak TNI dan Polri. Sebab itu, sebagai pimpinan IAIN Ambon, ia menyampaikan terima kasihnya kepada keluarga besar Kodam XVI/Pattimura dan juga Polda Maluku, yang telah turut serta membantu proses pemulihan bencana di kampus hijau itu.

Menyangkut dengan program penghijauan, Rektor kemudian membacakan pepatah Kuno India. "Bila ikan terakhir dimakan. Bila sungai terakhir kering airnya. Bila pohon terakhir ditabang. Maka, pada saat itu, manusia baru sadar kalau uang tidak bisa dimakan." Artinya, jelas Rektor, kendati uang banyak, namun kalau lingkungan tidak dirawat dan terus dirusak, maka uang tidak bisa dimakan. Sebab, sumber makanan berasal dari alam, bukan dari uang. Untuk itu, Rektor mengajak seluruh civitas dan masyarakat umum di Maluku, agar terus menggiatkan program penghijauan. "Harapan kita, setelah proses berjalan ini, baik dosen maupun masyarakat terlibat aktif di dalam merawat apa yang sudah ditanami. Menjaga dan merawatnya, sehingga bisa tumbuh besar untuk menyuburkan kawasan kampus IAIN Ambon," kata Rektor.

Sementara Pangdam XVI/Pattimura, Dr. Marga Taufik, SH., MM., dalam sambutan singkatnya mengajak seluruh masyarakat di Maluku terkusus yang hadir dalam acara penghijauan kemarin, agar kiranya menjadikan kegiatan penghijauan sebagai suatu hobi. Sebab, menanam pohon sama dengan menabur pahala yang berkepanjangan. Maka, kalau dilakukan secara rutin, sama artinya menabung pahala untuk kehidupannya nanti. Penghijauan, akan bermanfaat untuk hari esok, maupun generasi masyarakat berikut. Sebab itu, alam harus dilindungi dengan cara terus melakukan penghijauan. Program penghijauan yang dilakukan keluarga besar Kodam XVI/Pattimura, kata dia, merupakan giat menyambut HUT, yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Selain melakukan penghijauan, pihak TNI juga terlibat dalam berbagai aksi bersih-bersih sungai, termasuk di IAIN Ambon beberapa waktu lalu.

Sebagai seorang petinggi TNI, Pangdam mengajak masyarakat untuk kiranya tidak berhenti menjaga keaslian alam di daerah kepulauan ini. Caranya, dengan membudayakan menanam satu pohon setiap orang. Ia juga mengaku bangga karena mendapatkan tugas negara untuk berada di Maluku. Sebab, kata dia, Maluku masih memiliki udara yang sangat sehat, dibanding daerah lainnya di Indonesia, apalagi Jakarta maupun kota-kota besar lainnya. Misalnya, seperti di lingkungan IAIN Ambon sendiri, masih sangat hijau. Kiranya, keadaan alam yang hijau di Maluku termasuk di IAIN Ambon ini harus dapat dirawat secara baik demi masa depan generasi berikutnya. Dalam program penghijauan kemarin, setidaknya terdapat tujuh jenis anakan pohon yang ditanam, termasuk anakan pohon sukun. (***)

penanaman pohon pohon

Dilihat: 75