Tim Kemenag Tinjau Kelayakan IAIN Ambon Jadi Universitas

IAIN AMBON,- TIM Kementerian Agama RI meninjau kesiapan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon untuk alih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Rijali Ambon, Kamis, 12 Desember 2019. Tim yang terdiri dari tiga orang itu, dipimpin Kepala Biro Organisasi Tatalaksana (Ortala) Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Drs. H. Afrizal Zen, M.Si.

Afrizal yang ditemui Rakyat Maluku di IAIN Ambon kemarin menjelaskan, visitasi dokumen dan peninjauan langsung kondisi kampus IAIN Ambon, merupakan kelanjutan dari tahapan penilaian alih bentuk kampus itu menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) yang sudah dilakukan di Jakarta beberapa bulan lalu. Hasil peninjauan dan penilaian yang dilakukan di IAIN Ambon ini, akan menjadi laporan untuk Menteri memprosesnya baik cepat atau lambat.

Setelah penilaian yang dilakukan Afrizal bersama dua rekannya; JFU Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Kemenag RI, Dedi Hasmi Tinambunan dan Zaky Habibillah Amson, Afrizal mengaku akan dilanjutkan dengan tahapan mengajukan proposal yang sudah divisitasi kepada pihak KemenpanRB untuk diajukan kepada Presiden RI. 

"Uji kelayakan sudah dilakukan. Presentasi sudah dilakukan di Jakarta dan nilainya di atas 300, yang artinya, sudah direkomendasikan. Setelah itu, dilanjutkan dengan visitasi yang dilakukan kemarin, untuk membuktikan isi proposal yang dipaparkan di Jakarta. Dibuktikan di lapangan. Ternyata, setelah dilihat dan diverifikasi telah memenuhi sesuai standar nilai, malah nambah. Karena, setelah penilaian di Jakarta, pihak IAIN Ambon telah memenuhi kekurangan yang disampaikan saat penilaian, sehingga membuat penilaian menjadi bertambah," kata Afrizal.

"Jadi artinya, ini sudah sesuai dengan ketentuan untuk dirubah bentuk ke universitas. Mudah-mudahan berproses. Kita berharap memang, tim bekerja untuk memperbaiki proposalnya, setelah dibawa ke Jakarta, nanti kami proses di Jakarta. Sehingga dalam waktu yang relatif singkat, sudah disampaikan ke MenpanRB," sebut Afrizal.

Selanjutnya, kata Afrizal, hasil visitasi yang dilakukan kemarin, akan disampaikan kepada Menteri Agama RI, kemudian Menteri Agama akan mengusulkannya ke MenpanRB. Dari situ, MenpanRB akan mengadakan rapat untuk membahas hasil visitasi yang sudah dilakukan.

"Setelah dianggap memenuhi syarat semuanya, kemudian MenpanRB mengajukan ke Presiden RI untuk perubahan bentuk ke Universitas. Setelah ada izin Presiden, kemudian dilanjutkan perumusannya bersama Kemenkum HAM untuk dilahirkan Perpres tentang perubahan bentuk menjadi Universitas. Jadi, mudah-mudahan kita bekerja, sehingga di pertengahan 2020 sudah bisa terealisasi. Biasanya ada yang enam bulan, ada yang cepat. Tergantung waktunya nanti. Mudah-mudahan pertengahan tahun paling lambat," yakin Afrizal.

Untuk itu, kata dia, perlu terus ada dukungan dari semua pihak, baik itu masyarakat maupun pemerintah. Dukungan dari pemerintah bukan hanya sekadar perubahan bentuk, tapi juga mendukung pembangunan sarana dan prasarana, harap Afrizal. (*)

Dilihat: 183