Silaturahmi dengan Dosen dan Pegawai, Rektor Ajak Benahi Masjid

IAIN AMBON,- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Dr. Zainal A. Rahawarin, M.Si mengajak seluruh civitas akademika untuk sama-sama turut membantu renovasi pembangunan Masjid Kampus IAIN Ambon. Sebab, keberadaan masjid ini akan menjadi cermin bagi setiap orang yang berkunjung ke kampus.

Keberadaannya di tengah kampus IAIN Ambon, sehingga menjadi tugas dan tanggungjawab seluruh civitas untuk sama-sama menyuburkan dan membangunnya menjadi ikon untuk kampus Islam negeri di Maluku. Hal ini disampaikan Dr. Zainal A. Rahawarin, saat Silaturahmi bersama dosen dan pegawai di lingkup IAIN Ambon, yang digelar di Lt II Gedung Studen Center, Rabu, 18 November 2020.

Bagi Rektor, renovasi masjid kampus IAIN Ambon yang diniatkan ini, sekaligus menjadi program pertamanya setelah dilantik menjadi Rektor menggantikan Dr. Hasbollah Toisuta pada 6 November 2020 lalu.

Mengawali sambutannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika, baik dosen maupun pegawai untuk saling bergandengan tangan dalam membangun IAIN Ambon. Sebab, kemajuan IAIN Ambon berada di tangan seluruh pegawai dan dosen bukan dirinya seorang. Banyak hal yang disampaikan Rektor terkait rencana penyusunan program kerja yang sesuai dengan visi-misi, yang sudah diusungnya saat pencalonan, dan sekaligus melanjutkan program-program kerja pada kepemimpinan sebelumnya yang relevan.

Secara umum, kata Rektor, visi-misi IAIN Ambon pada fase kepemimpinannya tidak keluar dari mutu pendidikan, pengajaran dan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat khususnya untuk di tingkat institut. Selanjutnya, kalau sudah terbentuk menjadi universitas, baru disusun kembali visi-misi yang sejalan dengan universitas. Lewat visi-misi itu, Rektor mengajak seluruh dosen dan pegawai untuk meletakkan pondasi mutu yang kuat menuju UIN. Tentu, dalam mencapai hal ini, seluruh pegawai dan dosen harus mengutamakan tingkat kedisiplinan dan kesadaran kolektif dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai abdi negara, umat dan bangsa.

Sebelum menjelaskan secara rinci tentang visi-misi yang sudah tersusun dalam buku programnya, Rektor juga menyampaikan informasi penting kepada seluruh pegawai dan dosen tentang stigma yang berkembang di kampus tentang dirinya. "Jangan sampai berkembang bias kemana-mana yang dapat mengganggu sistem dan hubungan silaturahmi kita. Karena itu, saya patut menyampaikannya untuk diketahui oleh kita semua."

Rektor berharap, stigma yang berkembang sejak dirinya mencalonkan diri sampai ditetapkan menjadi Rektor, sekiranya tidak menjadi bahan konsumsi yang dapat merusak hubungan silaturahmi seluruh dosen dan pegawai di lingkup IAIN Ambon. Sebab, ketika hubungan silaturahmi ini terganggu, maka pasti akan mengganggu proses pembangunan IAIN Ambon.

Sebagai pimpinan, ia memandang semua orang sama, dan tidak memiliki masalah dengan siapapun, baik di masa lalunya, maupun saat dirinya mencalonkan hingga ditetapkan menjadi Rektor. Kalau kemudian dirinya tegas dalam beberapa hal yang prinsif, maka tidak lain pasti di bidang anggaran. "Hubungan kita bukan atasan bawahan tapi hubungan kekeluargaan. Soal anggaran, kita tidak hanya bertanggungjawab kepada lembaga pengawasan, tapi kepada Allah Swt," tegas Rektor.

Untuk program awalnya, kata Rektor, merenovasi masjid kampus IAIN Ambon yang akan melibatkan seluruh pegawai dan dosen. Selain itu, tentu beberapa program unggulan yang perlu menjadi perhatian bersama untuk direalisasikan dalam setiap kinerja pegawai dan dosen.

Misalnya, kata Rektor, terkait program alih bentuk IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon. Di mana, dalam program alih bentuk menjadi UIN, harus ada beberapa persoalan penting yang patut segera dibenahi. Misalnya, persoalan akreditasi yang harus memenuhi standar nilai A untuk program studi maupun institut. Kemudian masalah penelitian dan karya dosen yang merupakan bagian penting dalam borang akreditasi, hingga persoalan kinerja dan tunjangan dosen.

Persoalan lainnya yang disinggung Rektor untuk menjadi perhatian dalam waktu dekat, yakni soal pembelian lahan untuk pembangunan kampus IAIN Ambon. Di mana, pada periode kepemimpinan sebelumnya, IAIN Ambon telah membeli lahan seluas 62 hektare di daerah Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Di tengah perjalanan, pembelian lahan ini kemudian bermasalah yang turut menyita perhatian publik.

Sebagai pimpinan baru yang memimpin IAIN Ambon, Rektor akan berupaya untuk segera menanganinya, sehingga ke depan program pembangunan sudah dapat diarahkan ke daerah lahan baru yang sudah dibayarkan tersebut. Bahkan, khusus untuk persoalan tanah di Negeri Liang, Rektor mengaku telah meminta dukungan langsung dari Gubernur Maluku, Murad Ismail, agar ikut membantu proses mediasinya, sehingga persoalan yang terjadi itu dapat tertangani secara baik, sehingga tidak menyebabkan kerugian negara khususnya untuk IAIN Ambon.

Tak saja itu, Rektor juga menyampaikan gagasannya untuk membuka Fakultas Kelautan dan Perikanan. Di mana, fakultas ini akan menjadi salah satu ikon untuk IAIN Ambon dalam rangka merealisasikan alih bentuk menjadi UIN Ambon, selain beberapa fakultas yang tengah diusulkan, untuk menjawab tantangan dan kebutuhan peningkatan sumber daya manusia baik di Maluku maupun secara nasional, terlebih lagi untuk menjawab Maluku sebagai provinsi kepulauan di masa mendatang. (*)

IAIN AMBON SILATURAHMI SILATURAHMI REKTOR DENGAN DOSEN DAN PEGAWAI

Dilihat: 44