Rektor Silaturahmi dengan ASN dan Tenaga Kontrak

IAIN AMBON,- Selesai silaturahmi dengan ratusan dosen pekan kemarin, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Dr. Zainal A. Rahawarin, M.Si, kembali melakukan silaturahmi bersama puluhan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak di lingkup IAIN Ambon. Pertemuan perdana dengan para pegawai dan tenaga kontrak ini berlangsung di Lt II Gedung Student Center IAIN Ambon, Senin, 23 November 2020.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan itu, Rektor kembali menyampaikan pesan yang sama, ketika dirinya bersilaturahmi dengan dosen dan pimpinan IAIN Ambon pekan kemarin.

Bedanya, kali ini Rektor merunut proses identitas keberadaannya di IAIN Ambon yang berlalu panjang. Penting diuraikan perjalannya dalam pertemuan ini, mengingat sebagian besar yang hadir dalam pertemuan kemarin, merupakan pegawai baru, yang belum semuanya mengenal dekat Rektor. Berbeda dengan pertemuan dengan dosen pekan kemarin, yang rata-rata merupakan rekan-rekannya selama berada di kampus sehingga penjelasannya disesuaikan.

Mengawali penjelasannya, Rektor mengungkapkan posisinya di IAIN Ambon sejak kampus ini masih berstatus filial kelas jauh IAIN Alauddin Makassar (sekarang UIN Makassar), hingga kampus ini mandiri menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon Tahun 1997, dan berlanjut ke transformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon tahun 2006-2007 hingga sekarang.

Ketika itu, ia mulai diamanatkan tanggungjawab mengurus kampus IAIN Ambon sejak masih filial untuk dibentuk menjadi STAIN Ambon. Sukses mendampingi para pimpinan kala itu, ia kemudian diamanatkan kembali mengawal proses alih bentuk dari STAIN Ambon menjadi UIN Ambon, tahun 2004 yang sekarang masih IAIN Ambon. Di mana, cikal bakal usulan alih bentuk IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon sejak masih periode kepemimpinan STAIN. Awalnya, bukan Institut yang diusulkan kepada pemerintah pusat, tapi universitas. Namun, yang direalisasikan oleh Pempus adalah Institut.

"Tahun 2004, saya diamanatkan untuk memimpin program magister kerjasama dengan UIN Makassar. Dan, amanat lainnya menjalankan program Doktoral kerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lewat kerjasama ini, berhasil melahirkan 40 magister dan 9 doktor termasuk saya di dalamnya, untuk mendukung program alih status ke UIN."

Soal alih status menjadi universitas, Rektor yang mengabdi di IAIN Ambon sudah lebih dari 29 tahun ini menjelaskan, program alih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri sudah menjadi keinginan civitas dan pimpinan sejak tahun 2004 lalu. Namun, yang didapatkan adalah institut saat pengusulan.

"Alih status STAIN menjadi IAIN. Setelah saya dilantik menjadi Ketua Akselarasi Transformasi, kemudian dipanggil dan diserahkan amanat tersebut. Selesai saya dilantik, saya dipanggil dan berikan tanggungjawab untuk bersama-sama pimpinan yang ada, agar kita mentransformasikan STAIN menjadi UIN, bukan IAIN. Sesuatu yang memang sangat luar biasa ideal saat itu. Dan, sebagai bawahan saya iya-iya saja. Tapi, dalam hati saya, inilah sebuah angan-angan. Ilusi yang mungkin sulit bagi kita secara akademik kalah itu, untuk memenuhi permintaan semacam itu. Tapi, karena sebagai bawahan, saya iya-iya saja. Namun, setelah berjalan dua bulan kemudian, saya merasa beban kerja yang begitu banyak berat dan beragam, sebagai ketua saya meninggalkan jabatan itu, dan memilih menjadi sekretaris untuk menyiapkan administrasi saja," ingat Rektor.

Lebih jauh, Rektor kembali mengingatkan kepada pegawai IAIN Ambon yang hadir, termasuk di dalamnya para Kabag, Kasubbag dan Kepala UPT. Banyak hal yang ditekankan Rektor, terutama persoalan keuangan yang merupakan jantung dari pengelolaan kelembagaan. Bila mana keuangan dapat dikelola secara profesinal dan manajeril, maka kemajuan IAIN Ambon akan berjalan baik. Sebaliknya, kalau dikelola hanya untuk mencari untung, maka tinggal menunggu waktunya kehancuran. Untuk itu, persoalan keuangan akan menjadi titik penegasannya, tentu bersama program lainnya yang menjadi tujuan memajukan IAIN Ambon untuk umat, bangsa dan negara.

Rektor mengakui, pada aspek keuangan dirinya sangat tegas. Karena itu, harapan besar di dalam kepemimpinannya ini, dapat memimpin dengan meletakkan dasar-dasar yang sangat baik dan kuat untuk menyambut UIN. "Itu harapan dan keinginan yang lama saya, dan harapan kita semua civitas akademika. Untuk itu, saya mengundang bapak ibu semua, agar lebih familiar dengan tipe kepemimpinan saya nanti ke depan."

Rektor lalu menyampaikan gagasannya untuk membangun sistem yang baik dengan dua hal penting. Dua hal penting itu, taat aturan dan amanah. "Jadi, saya sederhana saja, sebuah sistem yang kita bangun dengan baik itu hanya bersandar pada dua, taat aturan dan amanah. Itu saja, sangat sederhana. Ketika dua-duanya ini kita jalankan, in sha Allah, sistem yang kita bangun akan bekerja dengan baik. Tidak saling menabrak. Tidak saling tersenggol. Tapi, ketika kita tidak bekerja di atas aturan, ketika kita tidak amanah, selesailah sudah sistem kita di dalam. Saling ribut. Saling tabrak. Saling sukit dan sebagainya. Ini yang saya tidak mau. Saya tidak mau menonjolkan primordialisme saya, sebagai unsur kesukuan di dalam hal kepemimpinan. Saya melihat orang itu punya integritas, punya kemampuan dan juga harus bekerjasama dengan pimpinan. Sehingga kepemimpinan yang saya harapkan ke depan itu adalah kepemimpinan kolektif. Berhasil bersama-sama. Sejahtera bersama-sama. Tidak berhasil bersama-sama. Tidak sejahtera juga bersama-sama. Jangan ada lagi bahasa-basaha, menjadi pejabat yang air mata, dan mata air. Alias pejabat yang basah dan kering," pesan Rektor sembari mengingatkan ceramah-ceramah terdidik yang disampaikan oleh Ustad Daskat Latif.

Di akhir pesannya, Rektor mengajak seluruh pegawai ASN dan pegawai kontrak di IAIN Ambon untuk sama-sama menjadikan lembaga ini sebagai tempat untuk beramal, bukan hanya sebagai tempat untuk menyalurkan tugas dan tanggungjawab ASN, tapi juga menjadi media untuk beramal, pesan Rektor mengingatkan. (***)

IAIN AMBON SILATURAHMI SILATURAHMI REKTOR DENGAN ASN

Dilihat: 816