REKTOR INGINKAN PERUBAHAN DI IAIN AMBON

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Anggaran 2018 dengan latar tema, "Sinkronisasi Program Kerja untuk Peningkatan Mutu dan Daya Saing'', di Hotel Natsepa, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis, (22/3).
Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya, meminta kepada seluruh pimpinan di lingkup IAIN Ambon agar memiliki visi dan misi kerja yang jelas. Kalau tidak memiliki visi, maka sebaiknya mengusulkan pengunduran diri dari jabatan tersebut. Sebab, menjadi pimpinan harus memiliki visi dan misi kerja yang jelas, bukan hanya memikul jabatan. Tentu, jelas itu harus dalam bentuk program kerja. Bukan dalam bentuk dibicarakan saja.
Banyak hal yang dapat dikerjakan di IAIN Ambon, untuk menjadikan kampus tersebut lebih baik ke depan. Kalau ada yang tidak mampu bekerja dalam programnya, kata Rektor, maka harus dikoordinasikan secepatnya, sehingga dapat ditangani langsung oleh rektor, dengan cara menyediakan tim ahli. Pasalnya, tidak boleh ada tumpukan pekerjaan yang kelak akan menjadi masalah untuk kemajuan IAIN Ambon.
Lebih mendalam, kata Rektor, banyak hal yang harus dibenahi di kampus hijau tersebut. Beberapa hal yang sangat urgent, seperti masalah kesiapan data Siakad. Masalah update dan pengelolaan website. Masalah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Masalah PDPT, hingga masalah mutu akademik, baik di tingkat mahasiswa maupun para dosen. Untuk Siakad, kata Rektor, sudah harus diselesaikan hingga bulan Juni mendatang. Kalau tidak dapat diselesaikan, maka segera dilaporkan kepada Rektor, agar disiapkan tim khusus untuk menyiapkannya. "Malu kalau hanya masalah Siakad tidak dapat diselesaikan. Saya harap, bulan Juni sudah harus selesai. Karena, di seluruh PTKIN tidak ada lagi masalah soal Siakad," tegas Rektor.
Selain masalah Siakad, juga masalah website. Setidaknya, kalau masalah website tidak dapat diupdate informasinya setiap saat, maka harus ada kliping pemberitaan yang dimuat di berbagai media, seperti koran atau website. "Saya harap seperti itu yang harus disiapkan dari sekarang. Sehingga, ke depan kita tidak kesulitan ketika mencarikan data-data IAIN Ambon," tegas Rektor.
Saat bersama wartawan, Rektor menjelaskan, Raker ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan IAIN Ambon baik yang sudah maupun belum dilaksanakan pada tahun 2017. Setelah itu, dilanjutkan dengan merancang program-program yang sudah ditetapkan pada Tahun 2018, untuk segera dilakukan percepatan pelaksananaanya. "Merumuskan kegiatan-kegiatan atau program untuk tahun 2019." Setidaknya, kata Rektor, ada beberapa program penting yang harus dicapai pada tahun 2018 ini. "Selain ada program dari masing-masing fakultas yang sudah dibahas di tingkat fakultas, tentu, rektorat juga memiliki program strategis yang akan diusulkan pada Raker hari ini. Seperti, perumusan proposal IDB untuk IAIN Ambon. Percepatan langkah-langkah untuk penguatan reakreditasi institusi, dan kemudian merancang master pland untuk kampus II di Liang." Alih status menjadi universitas, tentu, kata dia, harus juga disiapkan dari sekarang, dengan memperbaiki hasil kekurangan proposal yangs sudah pernah disampaikan kepada Pempus, dalam hal ini Kementerian Agama RI. "Meski saat ini masih ada moratorium, tapi kita tidak tahu ke depannya. Sebab itu, kita harus siap dari sekarang, sehingga saat moratorium sudah dicabut, maka kita sudah siap untuk menjadi universitas," pesan Rektor.
Kepala Biro AUAK IAIN Ambon, sekaligus Ketua Panitia Rapat Kerja (Raker) Tahun Anggaran 2018, Dr. Basman, dalam laporannya menyebutkan, Raker ini diikuti 72 peserta dari IAIN Ambon. Peserta terdiri dari para dekan, wakil dekan, direktur Pascasarjana dan para wakil direkturnya, ketua Program Studi PPs Pendidikan Agama Islam, kepala-kepala unit, hingga perwakilan mahasiswa baik dari Dewan Mahasiswa, maupun dari Unit Kegiatan Khusus Mahasiswa, seperti Racana-Almukl (Pramuka), Mahipala, KSR-PMI, LDK, Lembaga Pers Mahasiswa, maupun Resimen Mahasiswa.
Raker IAIN Ambon ini akan berlangsung sampai tanggal 24 Maret 2018, dan sesuai rencananya, akan ditutup oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di kampus IAIN Ambon. Sementara untuk pemateri, selain dari internal IAIN Ambon, pihak penyelenggara juga mendatangkan pemateri dari luar seperti, Kemenag RI di Jakarta, dan Bappenas RI. (***)

Dilihat: 285