Perdana, Kabiro AUAK Rapat Bersama Tenaga Kontrak IAIN Ambon

IAIN AMBON,- Untuk pertama kalinya di Tahun 2020, Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kepegawaian (AUAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Dr. Marwan Rajak, M.Pd.I melakukan tatap muka bersama seluruh pegawai kontrak di lingkup IAIN Ambon. 

Pertemuan untuk membahas masalah penerimaan pegawai kontrak, evaluasi kinerja dan pembagian tugas serta fungsi masing-masing pegawai kontrak, digelar di Lt II Gedung Student Center IAIN Ambon, Senin, (13/1/2020).

Pertemuan diawali dengan pengantar yang disampaikan Kabag Kepegawaian dan Hukum IAIN Ambon, Dra. Aisa Umarella. Rapat perdana yang berlangsung kurang lebih satu jam itu dihadiri Kabag Umum dan Humas, Hamirudin, S.Ag., M.Fil.I., dan Kasubag Kepegawaian IAIN Ambon, Benyamin Umaternate.

Kabiro AUAK mengawali sambutannya dengan menjelaskan kedudukan dan perbedaan antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dijelaskan mantan Kabiro AUAK IAIN Gorontalo itu, pegawai kontrak termasuk juga bagian dari ASN. ASN sendiri merupakan pegawai yang dibiayai lewat keuangan negara. Karena pegawai kontrak turut dibiayai oleh keuangan negara, maka disebut sebagai ASN.

Bedanya, pegawai kontrak hanya dibayar hak-haknya sesuai kontrak tertulis yang dibuat oleh masing-masing lembaga atau instansi pemerintah. Sementara PNS, diangkat secara formal dan yuridis oleh negara lewat proses-proses seperti seleksi CPNS. Hak-haknya dibayar sesuai prosedur dan amanat undang-undang oleh negara.

Marwan mengakui, jumlah pegawai kontrak di IAIN Ambon lebih banyak dibanding PNS. Keberadaan pegawai kontrak di IAIN Ambon yang jumlahnya mencapai 70 orang lebih ini, bertugas untuk membantu proses-proses pelayanan mulai dari administrasi hingga driver. "Pengangkatan tenaga honorer, mulai dari pramubakti maupun tenaga sopir merupakan suatu tuntutan sesuai dengan kebutuhan di lembaga. Tentu, pengangkatan ini akan berdampak terhadap resiko pembiayaan secara internal di IAIN Ambon. Karena tenaga kontrak, dibiayai oleh keuangan IAIN Ambon. Untuk itu, kerjanya harus maksimal," tekan Marwan.

Soal aturan, kata Kabiro, diberlakukan kepada semua orang. Selain kinerja, kedisiplinan juga menjadi hal utama yang harus dijaga oleh seluruh pegawai kontrak, termasuk PNS. Apabila ada pegawai yang tidak hadir selama tiga hari berturut-turut tanpa keterangan, maka harus diberikan sanksi oleh atasan langsung. Sanksi itu, kemudian disampaikan kepadannya untuk dievaluasi bersama pimpinan tertinggi.

Tak cuma itu, Kabiro juga berjanji apabila pegawai kontrak mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal, maka akan diberikan reward, berupa kenaikan gaji, khususnya untuk pegawai baru. 

Ia berharap, para pegawai selanjutnya dapat memposisikan diri dengan mengutamakan tugas-tugas negara atau pemerintah, dibanding tugas pribadi. "Harus bisa mengatur diri dengan membedakan mana kewajiban pribadi dan kewajiban aparatur negara. Bagi pegawai yang melanggar aturan, terutama dalam hal absensi, maka akan diberikan sanksi secara tegas. Pembinaan akan diawali dari atasan langsung apabila ditemukan adanya pelanggaran," tegas Marwan, yang mengaku baru enam bulan bertugas di IAIN Ambon.

Selain melaksanakan fungsi dan tugasnya, para pegawai juga wajib untuk mengisi daftar kerja harian, yang akan disampaikan di akhir bulan sebagai laporan kinerja pribadi.

Ia juga merincikan gaji yang selanjutnya akan diterima oleh setiap pegawai kontrak di IAIN Ambon setiap awal bulan dengan nilai yang bervariasi, sesuai lamanya para tenaga kontrak mengabdi. 

Pegawai kontrak baru akan mendapatkan gaji Rp1.600.000/bulan. Pegawai kontrak pengangkatan Tahun 2019 mengalami kenaikan dari Rp 1.500.000 menjadi Rp.1.750.000. Pegawai kontrak dengan gaji sebelumnya Rp.1.800.000 mengalami kenaikan menjadi Rp.2.050.000, sementara pegawai kontrak terlama dengan gaji yang sebelumnya Rp.2.250.000 naik menjadi Rp.2.500.000. 

Menutup sambutannya, Kabiro mengingatkan, IAIN Ambon berada di bawah lembaga Kementerian Agama. "Anda di manapun, tidak mengenal latar belakang anda, anda adalah wajah IAIN Ambon. Sebut IAIN, maka yang tergambar adalah agamanya. Maka, tolong harus berprilaku baik, karena membawa simbol agama yakni di IAIN Ambon," tutup Marwan. (***)

Dilihat: 370