LPM IAIN Ambon Workshop Implementasi Visi Multikulutral

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Workshop Implementasi Visi Multikultural dalam Pembelajaran. Workshop yang melibat para ketua program studi dan staf di lingkup IAIN Ambon ini digelar di Lt II Ruang Senat IAIN Ambon, Selasa, (26/3/2019).

Workshop ini digelar untuk memboboti rencana penyusunan kurikulum multikultural, yang menjadi salah satu fokus pengembangan keilmuan di IAIN Ambon. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 27 Maret 2019 ini menghadirkan pemateri dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Muqowim, S.Ag., M.Ag.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, dalam arahannya menjelaskan, penyusunan visi-misi multikultural yang selanjutnya digunakan oleh IAIN Ambon merupakan mandat langsung dari Kementerian Agama RI yang menangani bidang pendidikan. Di mana, seluruh PTKIN di Indonesia, mulai dari STAIN, IAIN hingga UIN, harus memiliki fokus keilmuan yang akan dikembangkan sesuai kebutuhan lokal. Oleh Kemenag RI, lalu dirumuskan visi-misi besar IAIN Ambon yakni multikultural. Secara umum, visi-misi multikultural itu harus dijabarkan menjadi lebih kecil, sesuai dengan kebutuhan daerah. "Beberapa tahun lalu, PTKIN merumuskan visi besar pendidikan Islam di Indonesia, yang kemudian menjadi distingsi atau ciri khas masing-masing PTKIN. Dan, ciri khas bidang kajian keilmuan di IAIN Ambon itu multikultural." Salah satunya, lanjut Rektor, integrasi keilmuan dalam bingkai multikultural. "Kita sadari dengan sungguh, bahwa di Maluku segmentasi sosial-cultural sudah luar biasa terjadi. Misalnya, segmentasi kesukuan, sub suku, dan sebagainya. Dan, ini menjadi bagian menarik, ketika kita menjadikannya sebagai fokus kajian dalam bingkai multikultural."
Meskipun di IAIN Ambon sendiri, sebut Rektor, proses perbincangan dan perancangan visi-misi multikultural sudah lama dibahas, namun masih tetap menjadi wacana. Sebab itu, lewat workshop ini, kemudian akan ditelorkan ke masing-masing program studi, untuk menjadi fokus kajian dalam proses-proses pengajaran baik di kelas, maupun dalam kelompok-kelompok diskusi. "Kita sudah lama berproses, namun belum mendapatkan titik pijaknya. Kunci multikultural yang ingin dikembangkan atau diimplementasikan ke visi-misi itu seperti apa." Tak saja itu, untuk kepentingan fokus kajian multikultural itu, di IAIN Ambon para dosen telah menyusun buku khusus untuk pengantar multikultural. Kiranya, buku tersebut akan menjadi pijakan kepada para Kaprodi, untuk dapat menyusun kurikulum atau kajian keilmuan di bidang multikultural.

Lebih jauh, dijelaskan Rektor, bahwa fokus kajian multikultural yang dikembangkan di IAIN Ambon, sangat tepat dengan tantangan dan kebutuhan bangsa saat ini. Realitasnya, bahwa sebagian masyarakat Indonesia mulai mengesampingkan nilai-nilai kebhinekaan dan Pancasila. Sehingga, kajian multikultural kiranya dapat menjadi jawaban yang konkrit, untuk melihat persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat. Rektor juga mengakui, bahwa fokus kajian keilmuan di bidang multikultural ini sendiri, kerap mendapat kritik dari masyarakat. Sepentingnya itu, maka perlu dirumuskan materi-materi kuncinya, untuk dapat diterima oleh masyarakat secara umum dalam bingkai multikultural itu sendiri. "Sebab itu, workshop ini untuk bagaimana memboboti visi-misi multikultural, dan aplikasinya dalam pembelajaran seperti apa," harap Rektor.
Ia berharap, setelah kegiatan ini, pendidikan multikultural di masing-masing Prodi sudah harus dimunculkan. "Misalnya dalam proses pembelajaran, ada mata kuliah atau pengantar multikultural, atau setidaknya ketika dosen memberikan perkuliahan mengawali dengan memberikan pencerahan tentang pentingnya kehidupan manusia yang saling menghargai perbedaan dan sebagainya. Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para mahasiswa," pesan Rektor.
Sementara Ketua LPM IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, dalam laporannya menyebutkan, Workshop ini diadakan selama dua hari, dengan peserta dari para ketua-ketua Prodi, termasuk Pascasarjana. "Intinya bagaimana mengintegrasikan visi multikultural dalam seluruh proses pembelajaran di IAIN Ambon. Workshop untuk bagaimana merumuskan pembelajaran yang di dalamnya ada nilai-nilai multikultural. Apa sudah baik, ataukah lebih baik lagi, atau lebih maksimal lagi," sebut Abidin, melanjutkan laporannya bahwa, lewat workshop ini kiranya dapat dirumuskan model pembelajaran untuk membumikan visi multikultural di IAIN Ambon. (***)

Dilihat: 558