IAIN Ambon Wisudakan 334 Sarjana dan Magister

IAIN AMBON,- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon mewisudakan sebanyak 334 sarjana, 19 di antaranya sarjana magister (S2) di bidang pendidikan. Ratusan sarjana itu diwisudakan oleh Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam acara Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Institut Agama Islam Negeri Ambon Wisuda Sarjana Angkatan XIX dan Magister Angkatan X serta Dies Natalis XIII IAIN Ambon Tahun 2019, di Lt II Gedung Islamic Center, Waihaong, Kota Ambon, Sabtu, 28 Desember 2019. Baca juga, Pidato Akademik Yudi Latif

SENAT IAIN AMBON

Para sarjana S1 berasal dari tiga fakultas; Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam sebanyak 122 orang, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah sebanyak 50 orang, dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 143 sarjana.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, dalam laporan akademiknya menegaskan, wisuda merupakan agenda akademik yang sudah terprogramkan di IAIN Ambon, yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Wisuda Desember 2019 ini, merupakan periode kedua, yang dirangkai dengan acara Dies Natalis ke-XIII IAIN Ambon, yang menjadi salah satu tahapan penting yang memiliki makna dalam, sebagai cetak biru, sukses stori orang tua wisudawan.

Wisuda ini merupakan sebuah legasi terindah dan berharga karena memperoleh pengakuan gelar secara akademik terhadap gelar kesarjanaannya sebagai simbol orang berilmu. 

Para sarjana ini, tidak semata-mata menjadi harapan dan keluarga saja, tapi menjadi harapan warga serta pemerintah Maluku dan bangsa Indonesia. Keberhasilan yang dicapai saat ini, merupakan modal fundamental dan investasi strategis yang harus bisa dioptimalkan kapasitas sebaik-baik, untuk menyambut bonus demografi yang akan dinikmati bangsa ini antara tahun 2020 dan 2030. Memasuki tahun demografi saat ini, kita sudah diperhadapkan dengan era disrupsi 4.0, yang ditandai dengan perubahan-perubahan besar dan fundamental dalam semua aspek kehidupan dewasan ini, yang meniscayakan mutu akademik dewasa ini.

Dalam era disrupsi, menurut Rektor, perubahan tidak terjadi secara bertahap seperti orang menitik tangga, tapi perubahan pada era itu, menyerupai ledakan gunung merapi yang meluluk lantahkan ekosistem lama dan menggantikan ekosistem baru, yang sama sekali berbeda.

Menyadari perubahan yang begitu cepat, IAIN Ambon telah berbenah dalam berbagai bidang. Di antaranya, menyiapkan perangkat akademik untuk persiapan akreditasi institut hingga program studi dengan target nilai maksimal. "Kita targetkan di Tahun 2020 enam sampai lebih dari program studi yang sudah disubmit borangnya untuk akreditasi, bisa meraih nilai maksimal, sesuai hasil evaluasi yang dilakukan oleh LPM." Target 2020 - 2021 bisa terakreditasi ISO internasiol.

Akreditasi tidak hanya dalam bentuk borang, tapi juga dalam bentuk pelayanan. Maka untuk mencapai semua ini, pola pelayanan di civitas IAIN Ambon harus berbasis mutu. Mulai dari pegawai hingga dosen, semua harus diarahkan berbasis mutu pelayanan. Pelayanan administrasi akademik, hingga pelayanan pengajaran dan pembelajaran yang berbasis mutu dan data. "Untuk itu, saya ingatkan kepada seluruh civitas akademik di IAIN Ambon, untuk mari bertransformasi dari politik kekuasaan kepada budaya mutu."

Percepatan sumber daya dosen, antara lain pengikutan dosen untuk ikut pendidikan S2 dan S3 di dalam dan luar negeri. Dan, upaya percepatan alih bentuk dari IAIN Ambon menjadi UIN Imam Rijali Ambon. "Dalam asesmen lapangan terakhir, IAIN Ambon menjadi urutan pertama dari sembilan yang divisitasi beberapa waktu lalu."

Karena itu, Rektor mengingatkan seluruh civitas akademika IAIN Ambon untuk bergandengan tangan, "baku kele" untuk percepatan transformasi alih bentuk menjadi UIN Imam Rijali Ambon. "Harapan ini bukan sekadar kelise, karena berdasarkan persyaratan formal, IAIN Ambon telah dinyatakan lulus bersama sembilan IAIN lain yang akan diajukan menjadi UIN. Karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademik untuk saling bantu untuk mengawal agenda besar ini, karena apapun usaha dan peran kita yang kecil, akan bernilai ibadah."

Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt Sekda Maluku, Kasrul Selang, mengharapkan dengan adanya pengukuhan guru besar di lingkup IAIN Ambon pekan kemarin, dapat membawa kampus ini semakin baik dan unggul setara dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia ke depan.

Kasrul menyampaikan penghargaan kepada IAIN Ambon dari Pemprov Maluku karena terus mengawal pembangunan pada sumber daya manusia di daerah. Bagi Kasrul, pendidikan merupakan salah satu fundamen utama bagi suatu bangsa. Pendidikan merupakan jembatan emas menuju masa depan yang gemilang. "Tanpa pendidikan yang bermutu, kita akan sulit bersaing di pentas global yang makin maju dan kompetitif saat ini. Dengan kesadaran itu, pemerintah baik pusat maupun daerah terus mendorong upaya-upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Mulai dari pendidikan dasar, hingga pendidikan tinggi. Artinya, kalau pendidikan kita bagus, maka akan tersedia SDM yang unggul. Akan tercipta lapangan kerja dan menjadikan masyarakat makmur dan sejahtera."

Sebagai pendidikan tinggi Islam di Maluku, kata Kasrul, IAIN Ambon memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding PT lainnya. Di satu sisi, IAIN Ambon dituntut untuk mampu menjadi PT lembaga pendidikan yang konsen pada pembelajaran, pengkajian dan penelitian ilmu-ilmu ke-Islam-an, baik klasik maupun kontemporer, akan tetapi di sisi lain, IAIN Ambon juga dituntut untuk mengembangkan diri dan mampu menjawab kebutuhan pasar ketenagakerjaan, dan berkonstribusi dalam pembangunan, baik dalam konteks daerah maupun konteks nasional. "Tak saja itu, bahkan IAIN Ambon masih perlu diharapkan untuk menjaga marwah Pancasila."

Untuk itu, Kasrul mengharapkan agar IAIN Ambon juga mengambil peran dalam menyediakan sumber daya manusia untuk projeck Blok Masela. "Maluku dan Indonesia sangat membutuhkan partisipasi dan konstribusi alumni dan IAIN Ambon dalam membangun bangsa dan daerah ini, termasuk menyedikan putra-putri terbaiknya untuk Blok Masela ke depan," harap Kasrul. (*)

IAIN AMBON WISUDA SENAT IAIN AMBON

Dilihat: 251