IAIN Ambon Wisudakan 252 Sarjana

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Wisuda Sarjana Angkatan XVI dan Magister Angkatan VII di Gedung Islamic Center, Waihaong, Kota Ambon, Kamis (26/7).
Wisuda Sarjana dan Magister ini diikuti oleh 252 sarjana, yang terdiri dari, 32 sarjana magister dan sisanya sarjana strata satu. Selain dihadiri ratusan orang tua peserta wisudawan, wisuda sarjana yang berlangsung secara khidmat ini dihadiri pula oleh Forum Pimpinan Daerah Provinsi Maluku, serta perwakilan Rektor dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Maluku.
Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, dalam laporan akademiknya menjelaskan, wisuda Sarjana Periode 1 Tahun 2018 ini mengusung tema, 'Membentuk Sarjana Muslim Cerdas dan Moderat, Merawat Kebhinekaan Bangsa'. Rektor menjelaskan, pemilihan tema wisuda, 'Membentuk Sarjana Muslim Cerdas dan Moderat, Merawat Kebhinekaan Bangsa', memiliki makna yang dalam bagi keluarga besar kampus hijau berlatar pendidikan Islam moderat tersebut.
Di mana, jelas Rektor, tema ini diangkat untuk memberi perspektif atau gambaran bagi masyarakat Maluku dan bangsa Indonesia umumnya, bahwa di antara tugas dan tanggungjawab akademik IAIN Ambon, adalah melahirkan sarjana Muslim yang cerdas, berbudi, atau dalam bahasa agama 'ulul albab'. "Sarjana Muslim dengan predikat albab, setidaknya memiliki tiga potensi dasar. Pertama, potensi pikir. Berupa kemampuan untuk menangkap dan mengkonstruksi fenomena-fenomena alam semesta untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia. Kedua potensi dzikir, yakni selain berkemampuan untuk menangkap fenomena-fenomena alam dan mengkonstruksinya, tapi seorang sarjana Muslim yang memandang semesta dengan kesadaran Illahi, bahwa alam semesta adalah pertanda Tuhan atau ayat Allah. Karena itu, seorang sarjana Muslim tidak memandang alam dengan cara yang merusak, tidak menggauli alam dengan cara, 'talamburan' (kata orang Ambon_red)."

Ketiga sebut Rektor, potensi fii iyo, yakni sikap dan prilaku haruslah mencerminkan seorang sarjana Muslim yang berkarakter, dan berakhlak yang utama. "Akhlakhulkharimah atau berbudi pekerti yang luhur." Selain sebagai sarjana Muslim yang cerdas, alumni IAIN Ambon juga dicirikan oleh sikap keberagamaan yang moderat, atau tawassit, washatiyah. Tidak terjebak dengan berbagai pikiran, atau ideologi yang cenderung menggiring ke kiri atau ke kanan. Ke Barat atau Timur. "Sikap dan pandangan moderat ini, justru menjadi pilihan ketika Allah Swt menempatkan kita sebagai umat tengah, dengan misi sebagai saksi terhadap jalannya sejarah kemanusiaan. Lewat kesadaran ini, maka IAIN Ambon tidak pernah mau menutup diri terhadap siapapun sepanjang sesuai dengan semangat visi dan misi IAIN Ambon. Yakni menjadi kampus yang unggul dan terkemuka, dalam pengembangan integrasi keilmuan, keislaman, kebudayaan, teknologi di dalam bingkai multikulturalisme."
Bagi Rektor, IAIN Ambon akan terus membangun semangat dialog dan integrasi masyarakat. "Mendorong terus proses perdamaian masyarakat Maluku yang telah dirasa saat ini. Dan, terus menjaga keberlanjutan perdamaian itu." IAIN Ambon, lanjut Rektor, tidak harus terisolasi dalam bangunan pemikiran keagamaan yang ekslusif dan sempit, melainkan wajib merespon realitas kebhinekaan bangsa yang beraneka pusparagam ini. Karena itu, kata kunci multikultural yang tercantum di dalam visi IAIN Ambon, merupakan hal yang tepat untuk bagaimana memposisikan IAIN Ambon, dalam memberikan jawaban terhadap bagaimana merawat pluralitas dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Hal ini, lanjut Rektor, sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, untuk menjadikank Maluku sebagai laboratorium perdamaian, kerukunan, dan integrasi sosial, bukan saja di Indonesia, tapi juga di dunia.
Dalam tradisi wisuda, menurut Rektor, untuk terus mengingatkan kembali kepada IAIN Ambon agar senantiasa melakukan pembenahan diri, baik dalam segi fisik pembangunan maupun dalam konteks peningkatan SDM, untuk terus mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi lainnya, baik yang ada di Maluku maupun secara nasional. Lebih jauh Rektor menekankan, bahwa tahun 2019 mendatang, tema besar dalam seluruh kegiatan IAIN Ambon adalah sukses akreditasi 2020. Di mana, untuk akreditasi BAN-PT di IAIN Ambon, kata Rektor, mulai dari institut, fakultas hingga tingkat prodi, semuanya telah terakreditasi dengan predikat nilai B. Sebab itu, target ke depan harus bisa mendapatkan nilai akreditasi A atau B-gemuk.

Di akhir laporannya, Rektor IAIN Ambon menyampaikan selamat kepada orang tua wisudawan, yang telah sukses menghantarkan anaknya ke puncak akhir studi strata satu. Dengan segala tanggungjawab, para sarjana ini dikembalikan kepada orang tuanya, untuk mengabdi sesuai dengan pengetahuan dan bidang ilmu yang dimiliki. Ia juga mengingatkan kepada para wisudawan, bahwa bangsa saat ini sedang menunggu kreasinya untuk mendukung pembangunan di masyarakat. Tentu, ingat Rektor kepada wisudawan, dalam berkarya di semua tempat, agar lebih mengutamakan karakter yang berkemampuan dan berkebiasaan memberi yang terbaik, yang dijiwai dengan akhlak dan karakter mulia. 'Tunjukan kepada dunia, bahwa alumni IAIN Ambon disamping berilmu, cerdas dan berbudi, juga menjiwai nilai-nilai dasar Islam, yang terumuskan dalam nilai-nilai dasar IAIN Ambon. Saudara-saudara harus senantiasa berusaha menegakkan nilai-nilai kebenaran dalam kondisi apapun, serta memiliki keramahan sosial yang membawa kemaslahatan maksimal bagi keutuhan NRKI, merawat kebhinekaan bangsa, dan menjadi manusia yang terbaik bagi bangsa." Di awal laporannya, Rektor menjelaskan, wisuda ini diikuti oleh 252 sarjana yang terdiri dari, 32 sarjana magister, dan sisanya sarjana Strata Satu dari berbagai bidang ilmu yang ada di IAIN Ambon. Untuk Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam sebanyak 72 orang, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah 19 orang, dan sisanya dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.(***)

Dilihat: 556