IAIN Ambon Teken MoU dengan Dua Kampus di Banda

IAIN AMBON, - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Dr. Jainal Abidin Rahawarin, M.Si secara resmi melakukan penandatanganan kerjasama atau Memorandum of Understanding dengan Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) serta Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hatta Sjahrir Banda, Dr. Muhammad Farid, M.Sos, yang berlangsung di Kecamatan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat, 12 Maret 2021.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah unsur pimpinan dari IAIN Ambon di antaranya; Wakil Rektor I, Prof. Dr. La Jamaa, Wakil Rektor III, Dr. M. Faqih Seknun, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Abd. Khalik Latuconsina, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr. Djumadi, beserta para Wakil Dekan I di lingkup IAIN Ambon, plus Kabag Akademik, Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama IAIN Ambon, Muslim, M.Pd.I.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Zainal Abidin Rahawarin, mengawali sambutan dengan mengisahkan hubungan antara IAIN Ambon dengan dua kampus tersebut. Di mana, dua kampus ini memiliki hubungan secara historis dengan pendirinya, Prof. Dr. Hamadi B. Husain. Sukses membawa jalan pendirian IAIN Ambon, Hamadi B Husain yang pernah diamanatkan memimpin IAIN Ambon ini kembali membuka kedua kampus tersebut beberapa tahun silam.

Kini, kampus yang berada di Pulau Banda itu dipercayakan langsung kepada anak kandungnya, Dr. Muhammad Farid. Mendengar nama ini, kata Rektor, ia langsung tergerak untuk segera mengikatkan hubungan ketiga lembaga perguruan tinggi ini secara formal. Sebab, tanpa ikatan formal, maka hubungan keduanya tidak akan leluasa dalam bidang kerjasama, baik untuk peningkatan sumber daya manusia, pembelajaran, penelitian, maupun dalam bidang pengembangan program studi dan akademik yang saling sinergis.

"Beliau Prof. Dr. Hamadi B. Husain, bukan saja sebagai peletak pendidikan tinggi Islam di Maluku, khususnya IAIN Ambon, tapi juga karena beliau, saya berdiri di hadapan anda semua," ingat Rektor.

Rektor lalu menceritakan kisah perjalanan awal karirnya yang mendapatkan pengawasan dan bimbingan langsung dari Prof. Dr. Hamadi B. Husain. Atas dorongan dan didikannya, sehingga Rektor IAIN Ambon berhasil melewati berbagai rintangan dan cobaan kala itu. "Beliau mempercayakan saya untuk membawa mata kuliahnya. Saat itu, saya baru berusia 23 tahun. Dan, rasanya sulit bagi saya saat itu," ingat Rektor.

Kalimat yang berkesan dan terus diingat. "Pangkat Kopral, pikirannya jenderal," ingat Rektor akan pesan Prof. Dr. Hamadi kepada dirinya dan Prof. Dr. Abd. Khalik Latuconsina, yang kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Ambon, saat keduanya mengawali tugas sebagai dosen. Sehingga, MoU ini sekaligus menjadi penghargaan khusus kepada pendiri IAIN Ambon melalui tangan anaknya di dua kampus itu.

Rektor mengakui, Prof. Dr. Hamadi B. Husain merupakan sosok pendidik yang sangat luar biasa. "Beliau punya integrias, kemampuan dan manajerial yang sangat bagus, sehingga dapat memberikan pendidikan kepada kami, yang hasilnya seperti saat ini," kesan Rektor mengingat masa lalunya bersama Prof. Dr. Hamadi B. Husain.

Terkait kerjasama, Rektor menekankan, untuk memajukan kerjasama ketiga lembaga pendidikan tinggi ini, maka harus mengedepankan kualitas. "Tidak perlu besar-besar, kalau kecil tapi berkualitas, maka akan bisa merubah dunia," tekan Rektor terkait pentingnya menjaga kualitas di dunia pendidikan tinggi.

Rektor dalam kesempatan ini, juga menyampaikan progres pengembangan IAIN Ambon dari tahun ke tahun. Salah satunya, terkait transformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon.

Di mana, Pempus melalui KemenpanRB RI, telah meminta pihak IAIN Ambon agar segera melaporkan progres kelengkapan akademiknya untuk menjadi UIN. Hal ini diketahui, setelah dua program studi; Perbandingan Hukum dan Hukum Pidana Islam berhasil memperoleh Akreditasi A pasca asesmen lapangan beberapa bulan terakhir.

Dilanjutkan Rektor, kerjasama yang kini digalakkan dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta, termasuk perguruan tinggi seperti Unpatti Ambon hingga dua kampus ini, tidak lain karena IAIN Ambon sedang menggagas pembentukan Fakultas Saintek (Sains dan Teknologi) dalam rangka menjawab tantangan dan kebutuhan menjadi UIN, serta peningkatan sumber daya manusia di Maluku ke depan.

"Insha Allah lewat Fakultas Saintek ini, kami akan membuka program studi umum seperti Kimia, Fisika dan Biologi murni, Kehutanan maupun Statistik. Untuk fakultas baru yang sudah diusulkan yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam."

Bagi Rektor, kerjasama ini penting, mengingat Pulau Banda memiliki laboratorium alam berkelas dunia di bidang kelautan. "Kalau laboratorium kelas, mungkin seluruh perguruan tinggi punya, tapi kalau laboratorium alam, saya anggap bahwa Banda Naira ini menduduki peringkat dunia terbaik untuk laboratorium alam kelautan," kesan Rektor, yang mengaku telah melakukan penelitian tentang masyarakat Banda Naira beberapa bulan lalu.Rektor berharap, kerjasama ini dapat memberikan nuansa akademik yang positif kepada ketiga lembaga ini.

Sementara Ketua STP dan STKIP Hatta Sjahrir Banda, Dr. Muhammad Farid menjelaskan, pendirian kampus ini diawali dari STP pada tahun 2001. Kemudian di tengah perjalanannya, dibentuk lagi STIKP tahun 2007. Seiring pengembangannya, dua kampus ini telah bekerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta baik di dalam maupun luar negeri. "Dan alhamdulillah, pada hari ini tiga lembaga pendidikan tinggi ini bisa bekerjasama."

Ia lalu menceritakan sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan bersama IAIN Ambon melalui Pascasarjana baik dalam maupun luar negeri di bidang penelitian dan pengajaran.

"Pada intinya, kerjasama tiga lembaga pendidikan tinggi ini sudah terbangun, sehingga MoU hari ini, akan lebih mengeratkan hubungan kami lagi secara resmi," akui anak dari Prof. Dr. Hamadi B. Husain ini.

Ia lalu mengajak IAIN Ambon untuk mengawali kerjasama ini bersama Institute of Social Studies (ISS) of Erasmus University Rotterdam, Belanda dalam salah satu program penelitian bertaraf internasional di Banda Naira.

"Saya mengajak IAIN Ambon untuk terlibat di dalam penelitian ini. Saya memilih IAIN Ambon karena SDM-nya yang sudah siap. Selain itu, karena penelitian ini juga berkaitan dengan sosial history dan agama. Dan, ini merupakan amanah dari pendiri kampus IAIN Ambon, bahwa Maluku suatu saat nanti harus dibangun dari tangan putra-putri daerah," tutup Farid. (*)

MoU KABAG DAN KASUBAG IAIN AMBON MOU IAIN AMBON DENGAN STP DAN STKIP HATTA SJAHRIR BANDA NAIRA

Dilihat: 179