IAIN Ambon Host KKN Nusantara Daerah 3T

IAIN AMBON,- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menjadi host atau tuan rumah Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di wilayah Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Mengawali kegiatan ini, dengan digelarnya pembekalan kepada para mahasiswa KKN Nusantara Daerah 3T, di Lt II Gedung Studen Center, IAIN Ambon, Senin, 6 Januari 2020.

Kegiatan KKN Nusantara Daerah 3T di Maluku yang diikuti 13 PTKIN se-Indonesia dikoordinir langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Ambon.

KKN Nusantara Daerah 3T yang akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan di Maluku, melibatkan perwakilan mahasiswa dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sumatera Utara Medan, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Raden Intan Lampung, IAIN Pekalongan, IAIN Metro Lampung, IAIN Kendari, IAIN Kudus, IAIN Surakarta, IAIN Sultan Amai Gorontalo, IAIN Manado, IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Aceh, IAIN Ambon sebagai host (Tuan Rumah kegiatan).

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, ketika membuka Pembekalan KKN Nusantara Daerah 3T dengan tema, Trauma Healing, Merajut Persaudaraan Bangsa dalam Membangun Kemandirian Sejati', menceritakan kondisi Maluku khususnya pada wilayah bencana gempabumi. Di mana, gempabumi yang menyebabkan korban jiwa, serta kerusakan bangunan di daerah ini, juga dirasakan oleh keluarga besar Kementerian Agama di Maluku, termasuk juga IAIN Ambon. Bangunan Institut (Rektorat) yang merupakan pusat aktifitas administrasi dan pelayanan di IAIN Ambon mengalami kerusakan parah, sebaliknya dengan beberapa bangunan pelayanan lain. Sebab itu, aktifitas pegawai di gedung Rektorat harus dipindahkan ke gedung Studen Center, yang menjadi tempat kegiatan Pembekalan KKN Nusantara 3T kemarin.

Menurut Rektor, kehadiran para mahasiswa Kukerta dari berbagai PTKIN se-Indonesia di Maluku, kiranya dapat membantu mengurangi trauma masyarakat terhadap gempabumi, yang sampai saat ini sudah terjadi lebih dari ribuan kali. Keberadaan para mahasiswa ini, tentu diharapkan untuk bisa memahami dan mengenal berbagai problem yang dihadapi masyarakat di lokasi KKN, yang mencakup wilayah Dusun Ujungbatu, dan Dusun Pohon Mangga, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Ia berharap, para mahasiswa kiranya dapat membawa diri, dengan menjaga akhlak dan karakternya, karena mereka membawa nama baik masing-masing PTKIN dan nama baik keluarga besar Kementerian Agama RI di masyarakat. Saling membantu, meningkatkan komunikasi antar sesama peserta KKN dengan masyarakat, lanjut Rektor merupakan kunci dari suksesnya para mahasiswa ketika berada di lokasi KKN. Tentu, hal penting yang patut diingat saat berada di masyarakat, bahwa mereka berada di lingkungan yang berbeda dengan di kampus, sehingga pola dan gaya komunikasi harus disesuaikan dengan yang ada di masyarakat. Gestur komunikasi harus mengkondisikan, apalagi posisi para mahasiswa berada langsung di daerah bencana alam gempabumi, yang tentu akan dihadapkan langsung dengan masyarakat yang masih trauma.

Kiranya, tekan Rektor, tema utama trauma healing dapat menjadi fokus untuk program mahasiswa selama berada di lokasi KKN, bukan sebaliknya melaksanakan kegiatan fisik, seperti membangun gapura. "Sesuai tema kita, lebih fokus pada kegiatan non-fisik. Satu bulan adik-adik mahasiswa akan melaksanakan trauma healing di masyarakat. Bantulah masyarakat untuk keluar dari rasa trauma mereka. Kalau ada yang sukses mengembalikan masyarakat dari lokasi pengungsian, itu jauh lebih baik dan utama," tekan Rektor, pesan.

Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Ambon, Dr. Ismail Tuanany, dalam laporannya mengakui, KKN Nusantara merupakan agenda tahunan dari Kementerian Agama RI, yang melibatkan seluruh PTKIN di wilayah 3T. Untuk tahun ini, diadakan di NTT dan Maluku secara bersamaan. Untuk NTT berfokus pada bencana kemanusiaan, sementara di Maluku kepada bencana alam.

Ismail berharap, para mahasiswa akan menjalankan misi kemanusiaan di lokasi KKN yang lebih fokus pada tema utama, yakni Trauma Healing, Merajut Persaudaraan Bangsa dalam Membangun Kemandirian Sejati'.

Sementara Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M IAIN Ambon, Dr. Moh. Rahanyamtel, dalam laporannya mengakui, kegiatan KKN Nusantara Daerah 3T ini berlangsung selama satu bulan. Para mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yang berjumlah kurang lebih 50 orang dari perwakilan 13 PTKIN se-Indonesia, termasuk IAIN Ambon. Ia berharap, kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan agenda yang direncana, di mana, para mahasiswa KKN Nusantara D3T ini selanjutnya akan dikirim diturunkan ke lokasi KKN pada tanggal 10 Januari 2019 mendatang.(*)

Dilihat: 168