IAIN Ambon Gelar Raker 2019 dan Penyusuan Anggaran 2020

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2019 dan Penyusunan Anggaran Tahun 2020. Raker dengan tema, 'Penguatan Tata Kelola Organisasi menuju Peningkatan Akreditasi Perguruan Tinggi' ini digelar di ruang Aula Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon, Kamis, (21/3/2019). Raker yang dijadwalkan berlangsung hingga 23 Maret 2019 ini dibuka oleh Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag.
Rakor ini melibatkan seluruh unsur pimpinan di lingkup IAIN Ambon, mulai dari para Wakil Rektor, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Kajur Pascasajarna, para Dekan, Kaprodi, para Kepala Bagian (Kabag), para Kasubag di lingkup institut, hingga para pimpinan mahasiswa.

Rektor IAIN Ambon, Dr Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya menjelaskan, Raker IAIN Ambon Tahun 2019 mestinya diadakan di luar kampus, seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, karena sudah diplot anggarannya oleh kementerian, sehingga harus diadakan di kampus.
Rektor menjelaskan, target utama dari Raker Tahun 2019 ini, lebih difokuskan kepada produk mutu atau kualitas, untuk menjemput proses akreditasi dan reakreditasi institut maupun program studi. Sebab itu, pekerjaan yang dilakukan oleh seluruh pegawai di masing-masing unitnya, mulai dari institut, pascasarjana, fakultas, program studi, hingga tingkat mahasiswa harus berbasis mutu. Dari itu, misi utama dari program Tahun 2019 yakni sukses akreditasi 2019 dan 2020.

Sebelumnya, Rektor mengawali sambutan dengan menjelaskan tentang musibah yang sedang menimpa keluarga besar Kementerian Agama RI. Yang mana, musibah yang sedang menimpa keluarga besar Kementerian Agama RI saat ini, bukan berarti menurunkan niat dan kerja-kerja pegawai di seluruh wilayah Kementerian Agama, termasuk di IAIN Ambon. Justru, musibah yang sedang terjadi, menurut Rektor, harus menjadi pelajaran secara bersama-sama, untuk lebih giat bekerja secara profesional, berkualitas dan akuntabel. Sebab, hanya bekerja yang rajin, profesional dan berkualitas itulah, yang akan menjadi penilaian masyarakat. Ia menjelaskan, Dirjen Pendis telah mengingatkan kepada seluruh Rektor di PTKIN, agar kiranya dapat mengambil pelajaran dari musibah yang sedang melanda keluarga besar Kemenag. Lewat musibah ini, semua pegawai harus terus diingatkan untuk lebih giat lagi bekerja, dengan menjauhi tindakan dan perbuatan yang dapat menimpang dari kaedah-kaedah atau aturan yang berlaku di negara.

Kementerian Agama lanjut Rektor, adalah warisan para ulama, yang harus dijaga secara bersama-sama lewat kerja-kerja yang profesional. Musibah yang menimpa keluarga besar Kemenag RI, kiranya menjadi pelajaran untuk bekerja secara profesional dan jujur. Sebab, beban dan tanggungjawab Kementerian Agama, termasuk di dalamnya IAIN Ambon sangat besar dalam hal mengurus sumber daya manusia. Kalau tidak ditunjang dengan kerja yang profesional, maka akan berdampak buruk dalam penilaian masyarakat. "Saya sering ibaratkan Kementerian Agama ini seperti kain putih. Noda sedikit saja, tampak. Jadi, marilah kita semua menjaga marwah lembaga ini. Menjaga dengan meningkatkan profesionalisme kerja kita. Meningkatkan kedisiplinan kerja dan sebagainya."

Sementara soal program visitasi, kata Rektor, kalau semua unit bekerja dengan budaya mutu, maka akreditasi bukan menjadi program ritual empat atau lima tahunan. "Nanti empat atau lima tahun baru kita fokus untuk semua itu. Padahal, kalau semua bekerja dengan budaya mutu. Budaya akreditasi, maka kapanpun bisa akreditasi. Tidak perlu tunggu sampai empat tahun. Mari kita bangun budaya teratur. Menghadirkan model tata kelola pekerjaan yang berbasis data. Berbasis mutu untuk menjamin kualitas pembangunan," pesan Rektor, sembari berharap, semua pihak di IAIN Ambon, dapat sama-sama memborong kegiatan akreditasi dengan bekerja secara maksimal berbasis mutu dan data. "Fokus kita di tahun 2019 hingga 2020 adalah masalah mutu. Masalah akreditasi. Jangan fikir bahwa masalah mutu hanya tugas dan tanggungjawab LPM saja, tapi semua unit dan bidang, mulai dari pascasarjana, institut hingga prodi bahkan mahasiswa," tekan Rektor.
Sebelumnya, Kepala Biro AUAK IAIN Ambon, Dr Basman, selaku Ketua Panitia Raker 2019 dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 23 Maret 2019. Raker ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja Tahun 2018, membahas program kerja Tahun 2019, dan menyusun program kerja Tahun 2020. Rakor yang mengundang Kepala Badan Intelegen Negara Daerah (Kabinda) Maluku, Brigjen TNI Khairully, diikuti oleh seluruh unsur pimpinan di lingkup IAIN Ambon; yang berjumlah sebanyak 78 orang.

Berikut agenda acaranya; Kamis, 21 Maret 2019, pembukaan dan pengarahan Rektor IAIN Ambon, penyampaian materi oleh Kabinda Maluku, evaluasi dan laporan kerja Wakil Rektor dan Kepala Biro AUAK, penyampaian dan pembahasan program kerja. Jumat, 22 Maret 2019, Lanjutan penyampaian dan pembahasan program kerja, perumusan hasil/laporan komisi, materi kampus (e-Office) oleh operator PT Sevima. Sabtu, 23 Maret 2019, Lanjutan materi Manajemen Kampus Modern (e-Office) oleh Operator PT Sevima, lanjutan materi Manajemen Kampus Modern (e-Office) oleh operator PT Sevima, dan penutup.(***)

Dilihat: 589