IAIN Ambon Gelar Pembekalan KKN Dari Rumah

IAIN AMBON, - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Pembekalan untuk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) Tahun 2020. Pembekalan KKN-DR IAIN Ambon digelar secara virtual Zoom, yang terpusat kontrol room langsung dari Lt II Gedung Rektorat IAIN Ambon, Selasa, 17 November 2020.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Zainal A. Rahawarin, M.Si, dalam sambutannya mengharapkan agar pelaksanaan KKN-DR IAIN Ambon angkatan ke-II tahun akademik 2020/2021 yang akan berlangsung selama 40 hari ke depan, tidak menghilangkan substansi KKN yang dilaksanakan selama ini. Di mana, meskipun diadakan secara online, namun nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat harus tetap dilaksanakan. Pelaksanaan KKN-DR ini tidak lain karena masyarakat secara umum di dunia, termasuk di Maluku sedang dihadapkan dengan wabah Covid-19. Karena itu, pelaksanaan KKN-DR IAIN Ambon yang digelar sebagai bagian dari amanat pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Dijelaskan Rektor, KKN merupakan kegiatan tahunan intrakurikuler yang didesain sebagai wahana dan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan bekerja bersama masyarakat. Sebab itu, setiap kegiatan KKN harus memiliki nilai relevansi dengan kebutuhan dan permasalahan kontekstual yang sedang dihadapi oleh masyarakat, terutama kondisi pandemic Covid-19.

Data terakhir menyebutkan, lanjut Rektor, virus ini telah menyerang hampir semua negara di dunia, dan di Indonesia sendiri telah menyebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Di mana, jumlah yang terinveksi virus ini telah mencapai 467.113 orang, dan menyebabkan lebih 20.000 kematian. Dampak Covid-19 bukan saja pada aspek kesehatan, tetapi juga telah berdampak pada masalah-masalah sosial budaya, ekonomi, pemerintahan dan politik serta kegiatan pendidikan di semua tingkatan. "Saat ini, pemerintah telah mengerahkan berbagai kebijakan untuk membatasi penyebaran Covid-19 ini dan meminimalisir dampak yang ditimbulkannya," urai Rektor.

Sebab itu, lanjut Rektor, kegiatan KKN tahun ini dilakukan dengan penyesuaian-penyesuaian protocol Covid-19. "Maka saya mendukung penuh langkah LP2M IAIN Ambon, yang telah mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan KUKERTA secara Daring atau KUKERTA DARI RUMAH dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah."

Rektor berharap, meskipun KKN dilaksanakan dari rumah, tetap harus memperhatikan prinsip-prinsip; memadupadankan pengabdian kepada masyarakat, penelitian, dan publikasi ilmiah, agar dapat menghasilkan hasil karya pengabdian yang tepat dan dapat dieksplorasi secara akademis dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "KUKERTA Dari Rumah harus bisa mencapai pengembangan kepribadian mahasiswa (personality development), pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan pengembangan institusi (institutional development) yang berdasarkan pada integritas, etos kerja yang tinggi serta meningkatkan sifa-sifat gotong royong kepada mahasiswa sebagai kader muda bangsa dan negara."

Tiga hal penting lainnya harap Rektor, KKN-DR harus dilaksanakan sebagai bentuk penguatan atas kesadaran dan kepedulian terhadap wabah Covid-19, relasi agama dan kesehatan (sains), moderasi beragama, dan pendidikan serta dakwah keagamaan Islam IAIN Ambon dengan memanfaatkan berbagai media sosial yang menjadi penanda utama Revolusi Industri 4.0. KKN-DR harus selalu mendorong mahasiswa untuk terus melakukan produktivitas keilmuan berupa penulisan buku, karya tulis, opini, dan lain-lain sesuai dengan program studi masing-masing. KKN-DR harus berfungsi sebagai pengikat, perangkum, penambah, dan pelengkap kurikulum yang telah ada. "Dengan demikian diharapkan mahasiswa mampu mengaktualisasikan diri secara professional dan proporsional dalam dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah," harap Rektor.

Sebelumnya, Ketua LP2M IAIN Ambon, Dr. Ismail Tuanany, yang mendampingi Rektor dalam acara ini melaporkan, KKN-DR dilaksanakan oleh IAIN Ambon sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Agama RI. KKN-DR akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari terjadwalkan dengan mengutamakan protokol kesehatan. Di mana, lanjut Ismail, KKN-DR ini diikuti oleh 309 mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam serta Fakultas Ushuluddin dan Dakwah yang telah memenuhi ketentuan dan syarat menjadi peserta KKN-DR.

Ismail berharap, KKN-DR ini berjalan sesuai dengan target yang sudah direncanakan dan dapat menambah pengetahuan para mahasiswa di tengah wabah Covid-19, khususnya untuk bagaimana mengembangkan diri secara individu, yang terpadu, relevan dan terintegritas dengan ilmu pengetahuan yang diterima selama di kampus. (*)

IAIN AMBON INFO KKN-DR IAIN AMBON 2020/2021 PEMBEKALAN KKN VIRTUAL ZOOM

Dilihat: 29