IAIN Ambon Gelar PBAK Online

iainambon.ac.id - AMBON, -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2021 secara virtual daring. PBAK yang digelar secara virtual zoom dan live chanel Youtube IAIN Ambon, terpusat kontrol di Ruang Aula Lt III Gedung Rektorat, Selasa, 14 September 2021.

PBAK virtual zoom ini selama tiga hari. Hari pertama Senin, 13 September 2021 merupakan kegiatan pra PBAK. Sedangkan hari kedua dan ketiga, Selasa-Rabu, 14-15 September 2021 merupakan kegiatan inti PBAK yang disiarkan secara langsung lewat chanel Youtube IAIN Ambon.

Selayaknya PBAK offline, kegiatan PBAK virtual zoom IAIN Ambon juga dipandu oleh para Instruktur dan Steering Committee yang terdiri dari pimpinan mahasiswa dan para dosen.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Zainal Abidin Rahawarin, M.Si dalam amanat sambutannya menegaskan, PBAK sekarang ini lebih kepada bagaimana menyiapkan intelektual-intelektual muda yang berpikir kritis, profesional, disipliner, dan mandiri untuk menjadi agent-agent pembaharu di masyarakat. Berbeda dengan PBAK enam tahum silam dan ke belakangnya yang cenderung kepada pembinaan fisik dan mental para mahasiswa.

PBAK virtual zoom dengan tema, 'Mahasiswa sebagai Agen Perubahan, Kritis, Bertindak Profesional dalam Bingkai Moderasi Beragama', menurut Rektor, tidak sebatas acara serimonial belaka. Melainkan, PBAK ini menjadi awal yang baik untuk meletakkan pondasi kepada mahasiswa baru, untuk dapat melewati masa studinya di IAIN Ambon hingga kelak menjadi sarjana yang sujana.

Tema PBAK IAIN Ambon tahun 2021 ini, lanjut Rektor, memberikan satu harapan kepada lembaga dan khususnya mahasiswa IAIN Ambon, bahwa pada setiap pundak mahasiswa PTKIN, terdapat tugas dan tanggungjawab yang diamanahkan kepadanya. Tugas tersebut sekiranya dapat diemban secara kritis dan profesional, sehingga mahasiswa yang diharapkan menjadi agen sosial dan agen perubahan benar-benar terealisasi di tengah kehidupan moderasi beragama.

Olehnya itu, Rektor mengingatkan kepada para mahasiswa baru IAIN Ambon yang mengikuti PBAK ini, bahwa tujuan utama mereka berada di IAIN Ambon untuk menimba ilmu pengetahuan. Sekiranya, dalam studi nanti, ilmu pengetahuan yang dipelajari dapat berguna untuk menjaga integritas diri pribadi dan masyarakat. Sebab, seseorang yang tidak memiliki integritas kepribadian yang baik, maka ilmunya tidak akan berguna pula secara baik.

"Kalau hanya sekedar menuntut ilmu tanpa punya integritas, maka anda tidak akan dipakai dan digunakan oleh masyarakat, walaupun anda pintar. Apalagi hanya sekedar pintar untuk membohongi," tekan Rektor, melanjutkan, seseorang yang tidak memiliki integritas pengetahuan dan kepribadian yang baik, maka ia akan kehilangan kepercayaan. Kalau sudah kehilangan kepercayaan, maka apapun usahanya, tetap tidak mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

Sekiranya, penekanan tersebut menjadi penting kepada para mahasiswa, agar keberadaan mahasiswa di kampus IAIN Ambon, kata Rektor, lebih diutamakan untuk disiplin belajar menuntut ilmu dan meningkatkan skill keterampilannya. Sebab, kalau hanya kuliah untuk mendapatkan lembaran ijazah tanpa memiliki pengetahuan dan skill yang memadai, maka lembaran ijazah tersebut tidak akan berguna.

Rektor juga menekankan, keutamaan belajar dan mengajar harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya mahasiswa tapi seluruh civitas. Sehingga, persepsi masyarakat tentang mahasiswa IAIN Ambon yang cenderung dikenal dengan demonstrasi, akan berganti arah menjadi lembaga yang mencetak biru ilmuan di semua bidang dengan skill dan kemampuan yang memadai. Kemampuan yang dibutuhkan masyarakat, bukan sebagai pendemo, tapi sebagai ahli di bidangnya masing-masing.

"Kita harus kasihan. Sebab, kalau terus-terus demo, maka bukan pimpinan yang namanya buruk, tapi lembaga ini secara umum. Olehnya itu, mari sama-sama mengutamakan menuntut ilmu dengan belajar. Dan, mengurangi aksi-aksi demo yang tidak substansial. Bakar ban dan sebagainya. Demo boleh saja, asalkan substansial. Kalau masalahnya masih dapat dibijaki dan diselesaikan, kenapa harus demo. Sebagai mahasiwa, harus berpikir kritis dan membangun untuk sama-sama memajukan kampus ini, bukan mengambil jalan alternatif dengan demonstrasi serta bakar ban," ingat Rektor.

Ia berharap, kesadaran mahasiswa IAIN Ambon yang kerap menyikapi persoalan masyarakat dengan aksi demonstrasi, sudah waktunya diganti dengan cara-cara yang lebih elegan. Sebab, mahasiswa merupakan cermin dari lembaga pendidikan tinggi. Kalau semua masalah disikapi dengan demonstrasi, maka lembaga akan menjadi imbasnya di tengah penilaian masyarakat, tekan Rektor, sembari berharap kepada mahasiswa untuk menyudahi penyampaian gagasan dengan cara demontrasi yang tidak elegan dan profesional.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama IAIN Ambon, Dr. M. Faqih Seknun dalam laporannya menegaskan, PBAK IAIN Ambon digelar selama tiga hari. Satu hari pra PBAK, dan dua hari kegiatan penyampaian materi, terhitung sejak pembukaan. Sesi penyampaian materi dimulai dari Rektor dengan menyampaikan visi dan misi IAIN Ambon, para Warek, para Dekan, serta pengenalan di tingkat pimpinan mahasiswa.

PBAK online kata dia, digelar sesuai dengan kondisi kekinian di Kota Ambon, yang mana, belum diizinkannya pelaksanaan kegiatan tatap muka karena adanya penyebaran wabah Covid-19. Di sisi lain, PBAK menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dilepaspisahkan dari kalender akademik untuk memperkenalkan lembaga dan sistem akademik kepada mahasiswa baru.

Menyadari peran IAIN Ambon untuk sama-sama mencegah penyebaran wabah Covid-19, maka PBAK virtual ini dilaksanakan. Di mana, para peserta mengikuti PBAK via zoom dan atau lewat live chanel Youtube IAIN Ambon.

Untuk peserta, lanjut Faqih berjumlah 689 mahasiswa. Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam 258 mahasiswa, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah 73 mahasiswa, serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 360 mahasiswa.

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh seluruh unsur pimpinan di lingkup IAIN Ambon di antaranya; para Warek, Direktur Pascasarjana, Prof, Dr. La Jama'a, Wakil Direktur Pps, Dr. Adam Latuconsina, para dekan, para wakil dekan, para Kabag serta para Kajur dan Sekjur. (*)

*** Reporter : Husain Sumallo, Asril Tombalissa, Trio Emlamera

pbak2021 pbak iain ambon

Dilihat: 92