IAIN Ambon Gelar Kuliah Umum Semester Ganjil

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Kuliah Umum Semester Ganjil Tahun Akademk 2019/2020 dengan menghadirkan pembicara Kasubdit Pengembangan Akademik DIT.PTKI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag. Kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa baru IAIN Ambon ini digelar di Aula Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon, Rabu, (11/9/2019).


https://siakad.iainambon.ac.id/

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya melaporkan tentang perkembangan pembangunan di IAIN Ambon. Di mana, IAIN Ambon selain fokus dalam program pembangunan sarana dan prasarana kependidikan berupa gedung-gedung kuliah, juga tengah dijalankan program penyusunan borang akreditasi, baik di tingkat institut maupun program studi. Persiapan ini dilakukan dalam rangka menghadapi kegiatan akreditasi dan re-akreditasi yang telah diprogramkan pada Tahun 2020 mendatang. Program lainnya yang tengah dilakukan di IAIN Ambon, yakni menyiapkan kampus hijau tersebut untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon. Di mana, proposal transformasi alih status menjadi universitas telah disampaikan kepada Pempus beberapa tahun lalu, dan sedang mendapatkan perbaikan-perbaikan sesuai hasil koreksinya. Bahkan, agar tim yang bekerja menyiapkan segala hal ikhwal menyangkut alih status tetap berjalan sesuai prosedurnya, maka beberapa waktu lalu, pihak IAIN Ambon juga telah mendatangkan sejumlah ahli untuk membekali para tim, sekaligus memberikan penilaian terhadap draf yang sudah dibuat.
Dijelaskan Rektor, transformasi alih status menjadi UIN Ambon, mengalami hambatan lantaran adanya kebijakan moratorium yang diberlakukan oleh Pempus, terhadap program peningkatan status seluruh PTKIN menjadi universitas, yang imbasnya juga menimpa IAIN Ambon. Dalam kesempatan beberapa waktu lalu, jelas Rektor, pihaknya telah dipanggil oleh Pempus dalam hal ini tim dari Kementerian Agama RI, untuk mempersiapkan segala kebutuhan administrasi yang berkaitan dengan program alih status dimaksud. Dari situ, pihaknya kemudian terus membenahi segala kebutuhan menyangkut kesiapan alih status, yang terfokus juga ke dalam program reakreditasi dan akreditasi institut maupun program studi.

Untuk itu, Rektor berharap, kiranya dengan kehadiran Kasubdit Pengembangan Akademik DIT.PTKI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Mamat Salamet Burhanudin, untuk memberikan Kuliah Umum di hadapan civitas akademika IAIN Ambon, dapat menjadi jembatan guna merealisasikan seluruh program yang sedang disiapkan oleh IAIN Ambon, mulai dari alih status, revitalisasi berbagai bantuan untuk membenahi kerusakan bangun-bangunan pasca bencana alam beberapa waktu lalu. Tak saja itu, Rektor juga meminta kepada Kasubdit untuk kiranya dapat membantu mempercepat usulan sejumlah program studi baru yang sudah disampaikan kepada Kemenag, termasuk di antaranya Program Studi Musik Etnis. Sebab, untuk program Studi Musik Etnis, IAIN Ambon telah memiliki fasilitas musik etnis, yang diberikan oleh BekRAF. Selain itu, IAIN Ambon juga telah memiliki Pusat Kajian Musik, yang diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin, di awal tahun ini.
Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Akademik DIT.PTKI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag, mengawali materi Kuliah Umumnya dengan menyambut baik permintaan Rektor untuk meningkatkan status IAIN menjadi UIN Ambon. Pihaknya sangat memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh pimpinan dan civitas IAIN Ambon, dalam keinginannya menjadi kampus tersebut sebagai universitas.
Menurut dia, rencana alih status IAIN Ambon menjadi Universitas sejalan dengan visi dan misi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. "Bahwa semua PTKIN dijadikan UIN dari STAIN harus memiliki satu visi untuk mewujudkan bahwa perguruan tinggi kita, menjadi destinasi dunia. Kedua, tentang IAIN Ambon menjadi universitas, tentu saja kami dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sangat mendukung. Asalkan, kita harus bersama-sama para pimpinan di IAIN Ambon, untuk terus melengkapi dan memenuhi semua kriteria untuk menjadi universitas."
Terkait dukungan untuk rehabilitasi kerusakan bangunan pasca bencana alam di kampus hijau tersebut, kata dia, pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memberikan perhatian khusus kepada IAIN Ambon dalam rangka memulihkan kembali kerusakan bangunan-bangunan yang ada di kampus hijau itu. Di mana, seluruh fasilitas yang mengalami kerusakan akan diganti dengan yang baru, sehingga pelayanan IAIN Ambon sebagai perguruan tinggi kepada masyarakat tetap dapat dilakukan secara baik dan profesional, terkhususnya lagi pelayanan kepada para mahasiswa.
Sebelumnya, dalam memberikan Kuliah Umum, Mamat menjelaskan, perguruan tinggi PTKIN mengembang dua amanat dan tugas besar, pertama, PTKIN sebagai lembaga pengembangan pendidikan tinggi, dan kedua, PTKIN sebagai lembaga dakwah. "Jadi, tidak bisa diganggu gugat bahwa dua fungsi ini merupakan suatu keharusan yang harus dijalankan. Sebagai lembaga pendidikan, maka UIN atau IAIN, harus memfungsikan tridharma perguruan tinggi; pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat." Menurut dia, IAIN maupun UIN memiliki peran dan tugas pelestarian, pelembagaan, dan terus mempraktekkan ilmu keislaman melalui riset-riset yang teraktualisasi ke dalam masing-masing program studi.
Untuk mahasiswa, Mamat berharap agar mereka terus belajar dari guru-guru atau dosen yang ada di IAIN Ambon, dan tidak lebih jauh melalui jaringan internet, seperti youtube, atau google, tapi, harus langsung dari para guru. Sebab, bermodalkan guru google atau youtube saja, tidak akan lengkap sebagai seorang sarjana yang ilmuan. (***) 

https://iainambon.ac.id/gallery/view/kuliah-umum-bersama-kasubdit-pengembangan-akademik-ditptki-dirjen-pendis

Dilihat: 119