Empat Guru Besar IAIN Ambon Dikukuhkan

IAIN AMBON,- Senat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon secara resmi menggelar Rapat Terbuka Luar Biasa Pengukuhan Empat Guru Besar, yang telah mendapatkan gelar profesor. Empat guru besar yang dikukuhkan itu; Prof. Dr. Abd. Khalik Latuconsina, M.Si., Prof. Dr. H. M. Attamimy, M.Ag., Prof Dr. Idrus Sere,M.Pd.I., dan Prof. Dr. La Jamaa, M.HI. 

Pengukuhan Guru Besar yang untuk pertama kalinya di IAIN Ambon ini digelar di Gedung Ashari, Alfatah, Kota Ambon, Kamis, 26 Desember 2019. Proses pengukuhan diawali dengan pidato dan penyampaian ucapan terima oleh masing-masing guru besar.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, dalam laporannya menyatakan, pengukuhan guru besar selain menjadi salah satu tradiri di perguruan tinggi, juga merupakan suatu keharusan dalam kerangka pembangunan IAIN Ambon ke depan, khususnya di bidang sumber daya manusia. Pengukuhan ini sekaligus menjadi penyemangat kepada para doktor di lingkup IAIN Ambon yang telah mencapai lebih dari 40 orang, untuk mempercepat proses pengurusan menjadi profesor.

Terpentingnya, menurut Rektor, bahwa pengukuhan ini sebagai bentuk untuk memperkuat bangunan IAIN Ambon di bidang sumber daya manusia. Pengukuhan ini sekaligus melengkapi dan memuluskan rencana program alih bentuk IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Rijali Ambon. 

"Berdasarkan hasil visitasi alih bentuk yang dilakukan oleh Kemenag RI beberapa waktu lalu di antara sembilan IAIN se-Indonesia yang lolos penilaian menjadi UIN, maka IAIN Ambon berhasil menempati urutan pertama dengan nilai tertinggi setelah dilakukan visitasi di lapangan. Sebab itu, keberadaan guru besar secara kuantitas memberikan perspektif bahwa kampus IAIN Ambon sedang berkembang pesat."

Ia menjelaskan, dalam Rengstra IAIN Ambon telah ditargetkan pada tahun 2020, setidaknya kampus ini harus memiliki lebih dari 10 guru besar. "Target ini yang membuat kita, lebih serius mendorong tenaga pendidikan kita untuk bersungguh-sungguh. Kita bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti UGM, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Bandung, serta perguruan tinggi lainnya baik di Indonesia maupun luar negeri. Dalam melatih tenaga dosen kita, untuk mempercepat status guru besarnya, khususnya dalam kecakapan penulisan jurnal yang dapat menembus jurnal-jurnal nasional maupun internasional." Untuk itu, sebagai Rektor, Hasbollah mengajak seluruh tenaga pengajar di lingkungan IAIN Ambon agar segera mengikuti jejak yang sudah dirintis oleh Prof. Dr. Abd. Khalik Latuconsina, dan tiga rekan profesor lainnya.

Bagi Rektor, pengukuhan empat guru besar ini membuat IAIN Ambon semakin percaya diri dalam pengelolaan sumber daya manusia di kampus hijau itu, khususnya di bidang akademik. "Keberadaan empat guru besar di kampus IAIN Ambon pasti memiliki multiplayer efek, khususnya pada perubahan akademik. Munculnya pergulatan gagasan-gagasan intelektual akademik. Para guru besar yang hadir di masing-masing fakultas membuat pencerahan terhadap pola pengembangan pendidikan, yang dicirikan sebagai referensi moral akademik serta peduli terhadap lingkungannya." Mengakhiri kata akhir sambutannya, Rektor membacakan pantun. "Jalan-jalan ke Pasar Mardika, Mampir Sejenak Membeli Kanjoli. Pengukuhan Empat Guru Besar Kita, Mendekatkan Kita ke UIN Imam Rijali," tutup Rektor bersama pantunnya. (*)

IAIN AMBON PENGUKUHAN GURU BESAR GURU BESAR

Dilihat: 101