DIPA IAIN Ambon Turun 32,20 Persen

IAIN AMBON,- Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon Tahun 2020 turun 32,20 persen dibanding Tahun Anggaran 2019. Hal ini diungkapkan Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, pada acara Launching Pelaksanaan Kegiatan, Penyerahan RKA-KL dan Penandatanganan Kontrak Kinerja Tahun Anggaran 2020 di lingkungan IAIN Ambon, yang berlangsung di Lt II Gedung Training Center, Kamis, (9/1/2020).

Salah satu penyebab turunnya DIPA IAIN Ambon Tahun 2020 dibanding Tahun 2019, lantaran di Tahun 2020 ini, tidak ada belanja anggaran pembangunan fisik, seperti gedung atau bangunan. Seluruh belanja pembangunan fisik berupa gedung telah berjalan di Tahun 2019, termasuk dua gedung kuliah baru di IAIN Ambon, yang terakomulasi dalam Belanja Modal Tahun 2019.

Sebelumnya, Kepala Biro AUAK IAIN Ambon, Dr. Marwan Rajak, M.Pd.I, merincikan perbandingan DIPA IAIN Ambon Tahun 2019 dengan Tahun 2020. Di mana, DIPA IAIN Ambon bersumber dari Rupiah Murni, Penarikan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Tahun 2019, total DIPA IAIN Ambon dari tiga sumber itu senilai Rp 91.179.062.000, sementara di Tahun 2020 turun menjadi Rp 68.972.272.000.

PENYERAHAN RKA-KL

Marwan merincikan; Tahun 2019, Belanja Pegawai Rp 25.08.000.000, Belanja Barang Rp 27.609.307.000, Belanja Modal Rp 32.722.355.000 dan Belanja Sosial Rp 5.762.400.000. Sedangkan untuk Tahun 2020 ini, Belanja Pegawai naik menjadi Rp 33.525.066.000, Belanja Barang juga naik menjadi Rp 29.134.628.000, sedangkan Belanja Modal turun hingga 98,95 persen dengan nilai Rp 342.57.000, dan Belanja Sosial naik 3,48 persen menjadi Rp 5.970.000.000.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, usai Penyerahan RKA-KL dan Penandatanganan Kontrak Kinerja Tahun Anggaran 2020 menegaskan, selain DIPA yang sudah diserahkan ke masing-masing bagian itu, pihak Perencanaan dan Keuangan juga segera memprogramkan kesiapan pelaksanaan pemilihan Rektor, Visitasi Institut serta Program Studi, dan kesiapan transformasi peningkatan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Rijali.

Menariknya, Rektor mengakui, menjadi pemimpin di IAIN Ambon harus banyak berkorban. Finansial bukan hal utama yang harus dipikirkan, tapi bagaimana melahirkan terobosan dan program yang dapat menjadikan kampus tersebut lebih baik di masa mendatang. "Saya sering ditanya oleh beberapa rektor di luar Maluku, bapak dapat berapa. Dapat jatah tidak. Saya secara tegas, bahwa saya bekerja ikhlas untuk kemajuan IAIN Ambon. Tandatangan dan sebagainya tidak perlu honor dan dibayar. Saya juga tidak memikirkan adanya fee dan sebagainya itu. Terpenting, bagaimana memajukan IAIN Ambon ke depan untuk kemajuan umat dan masyarakat di Maluku," tegas Rektor, di hadapan seluruh pimpinan IAIN Ambon.

Menyadari akan hal ini, Rektor meminta kepada pihak Perencanaan dan Keuangan IAIN Ambon, serta SPI agar sama-sama mengawal anggaran yang sudah dialokasikan ke masing-masing bagian. Salah satunya, menghindari adanya pembayaran honor yang tidak tepat. Misalnya, kalau pekerjaan atau kegiatan yang inkluk dengan tufoksinya, maka tidak perlu dibayar. Hal ini semata-mata untuk mengoptimalkan realisasi program yang sesuai dengan peruntukkannya. Dan, terpenting bahwa dalam DIPA telah diakomodir biaya tunjangan kerja, yang dicairkan setiap bulan berjalan.

Ia juga meminta kepada para pimpinan yang sudah menerima RKA-KL agar dalam melaksanakan program kerja, harus tepat sasaran, waktu dan guna. Sebab, dalam evaluasinya, banyak program yang justru dilaksanakan di akhir tahun, antara bulan November dan Desember. Ke depan, hal ini tidak boleh terjadi lagi. Kalau programnya bisa diselesaikan di awal atau pertengahan tahun, maka tidak perlu menunggu sampai akhir tahun.

Kritik Rektor lainnya terkait prospek penelitian para dosen baik itu magister maupun doktor, yang masih jauh dari harapan, untuk pengembangan di bidang penelitian di IAIN Ambon. Kata Rektor, ketika rating penelitian menurun, maka secara otomatis, akan mengurangi salah satu nilai dari tridharma perguruan tinggi. Untuk itu, LP2M harus benar-benar memaksimalkan kinerjanya, dalam mengawal kinerja para dosen di bidang penelitian, agar ke depan lebih berbobot dan bermutu. Setidaknya, setiap penelitian menghasilkan karya berupa buku untuk referensi bacaan di IAIN Ambon dan Maluku pada umumnya.

Berikut para pimpinan yang menerima RKA-KL IAIN Ambon; Wakil Rektor, Dr. Mohdar Yanlua, MH., Wakil Rektor III, Dr. Abdullah Latuapo,M.Pd.I., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Abd. Khalik Latuconsina, M.Si., Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr. Djumadi Djunaidi, M.HI., Dekan Fakutas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Ye Husen Assagaff, M.Fil.I., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Samad Umarella, M.Pd., Ketua LPM IAIN, Dr. Abidin Wakano, Ketua LP2M, Dr. Ismail Tuanany, Kabag Umum, Humas dan Publikasi, Hamirudin, Kabag Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama, Muslim Diken, Kabag Kepegawaian dan Hukum, Aisa Manilet, Kepala PTIPD, M. Fauzan Bahadjai, M.Eng, Kepala Lab Musik, Nurlaila Sopamena, Kepala SPI, Ismail Kaliky, dan Direktur Ma'had Al-Jamiah IAIN Ambon.

Penyerahan RKA-KL bersamaan dengan Launching Kegiatan Tahun 2020 ini dimaksudkan untuk para pimpinan dapat mengevaluasi keberhasilan dan kelemahan penyerapan anggaran yang digunakan masing-masing unit selama Tahun 2019. Selanjutnya, RKA-KL ini akan dikoreksi oleh masing-masing pimpinan unit, sebelum disampaikan ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan, paling lambat pada Senin pekan besok, tekan Kabiro AUAK IAIN Ambon, Dr. Marwan Rajak, M.Pd.I, yang mendampingi Rektor, dalam kegiatan ini.(*)

IAIN AMBON PENYERAHAN RKA-KL RKA-KL DIPA

Dilihat: 65