Rektor: Gedung Rusak Sedang Direhabilitasi


IAIN AMBON,- GUNA mendukung pembangunan di IAIN Ambon agar tetap berjalan sesuai target yang direncakan khususnya untuk program alih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Rijali Ambon, maka segala upaya terus dilakukan. 

Meskinpun beberapa fasilitas bangunan di kampus IAIN Ambon tengah rubuh dan tidak dapat difungsikan, bukan berarti semangat untuk mentransformasikan IAIN Amboon ke UIN Ambon kendor. Hal ini diungkapkan Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, ketika mengawali sambutannya dalam kegiatan Visitasi Alih Bentuk dari IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri Imam Rijali oleh Tim Kemenag RI, di Lt II Gedung Student Centre, Kamis, 12 Desember 2019.

Hasbollah menjelaskan, visitasi yang dilakukan oleh Tim Kemenag RI untuk alih bentuk menjadi UIN Imam Rijali Ambon, merupakan bagian dari kelanjutan penilaian proposal yang dilakukan di Jakarta baru-baru ini. Bersama dengan visitasi IAIN Ambon, ada pula beberapa IAIN di Indonesia, yang sama divisitasi untuk alih bentuk. Khususnya untuk IAIN Ambon, Hasbollah mengaku, salah satu isu utama yang digunakan untuk mentransformasikan kampus itu, tentang disparitas.

Bahkan, Rektor mengaku persoalan disparitas pembangunan di bidang pendidikan khususnya pada lingkup PTKIN, tidak hanya disampaikan dalam pertemuan kemarin, tapi setiap sesi pertemuan dengan pihak Kementerian Agama RI di Jakarta, ia selalu menyampaikannya. Terakhir, persoalan ini disampaikan Hasbollah di hadapan pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR-RI di Jakarta, saat hearing tentang rencana alih bentuk sembilan IAIN PTKIN.

Secara singkat, menurut Rektor, masih terjadi disparitas pembangunan di bidang pendidikan, khususnya di wilayah Timur Indonesia. Di mana, hampir seluruh wilayah bagian, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, hingga Makassar, telah memiliki UIN. Beda halnya untuk wilayah Timur, mulai dari Papua, Papua Barat, Maluku Utara hingga Maluku, belum satupun ada UIN. Sebab itu, lantaran IAIN Ambon sudah mengawali proses untuk menjadi UIN, maka kiranya ini dapat menjadi prioritas. Sebab, ketika IAIN Ambon sudah menjadi UIN, maka pengelolaan kelembagaannya akan semakin luas dan terbuka. Misalnya, di UIN, dapat dibuka fakultas umum, yang tidak dapat dilakukan di IAIN.

Persoalan lainnya, bahwa keinginan untuk transformasi IAIN Ambon menjadi UIN Ambon ini sudah disampaikan sejak lama. Hanya saja, ketika sedang berproses, dihadapkan dengan kebijakan moratorium yang dikeluarkan oleh pemerintah, sehingga berdampak terhadap rencana alih bentuk IAIN Ambon. Kiranya, setelah moratorium dicabut, maka keinginan untuk segera menjadikan IAIN Ambon sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Rijali Ambon dapat terwujud.

"Mudah-mudahan proses visitasi ini berjalan lancar dan menambah nilai kami. Kalau kemarin di Jakarta nilai kami ada di 300 sekian, maka mudah-mudahan setelah visitasi, nilainya meningkat. Saya juga ingin sampaikan bahwa bangunan kami yang sempat rusak akibat bencana itu, sudah mulai diperbaiki oleh pihak Kementerian PUPR. Bahkan, dianggarkan sekitar Rp50 miliar untuk membenahi seluruh kerusakan bangunan. Kita akan revitalisasi gedung-gedung yang rusak, dan mudah-mudahan di tahun 2020 seiring dengan kemudahan perubahan bentuk, semua proses pembangunan ini berjalan dengan lancar," akui Hasbollah. (*)

Dilihat: 259