PTIPD IAIN Ambon Gelar Pelatihan Siakadcloud

Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi Akademik (Siakadcloud), Rabu, (26/9/2018).
Pelatihan yang merupakan kerjasama dengan PT Sentra Vidya Utama (Sevima) menghadirkan peserta dari tenaga pelayanan akademik pada seluruh unit yang ada di lingkup IAIN Ambon, mulai dari institut, fakultas hingga jurusan dan UPT. Pelatihan menghadirkan dua pemateri dari PT Sevima yang berlangsung di Lt II Gedung Rektorat IAIN Ambon, hinggga tanggal 29 September 2018 mendatang.
Rektor IAIN Ambon, Dr. H. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya mengharapkan keseriusan para peserta untuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan. Sebab, pelatihan ini menjadi bagian penting dari pembangunan dan kemajuan kampus, terutama dalam bidang pelayanan sistem akademik di perguruan tinggi, termasuk di IAIN Ambon. Seperti perguruan tinggi lainnya, masalah pangkalan data mahasiswa juga terjadi di IAIN Ambon. Sehingga itu, lewat pelatihan akan tersedia tenaga-tenaga yang handal dan profesional dalam mengelola data kemahasiswa maupun data akademik lainnya di IAIN Ambon. Mulai dari tingkat institut, fakultas hingga jurusan masing-masing.
Seiring laju pembangunan sarana dan prasarana fisik di IAIN Ambon, terpenting menurut Rektor, bagaimana membenahi pelayanan di semua aspek. Pelayanan akademik di bidang kemahasiswa, keuangan, kepegawaian dan penguatan data-data administrasi pada semua level, mulai dari tingkat institut, fakultas, jurusan hingga unit pelaksana teknis. "Untuk perkembangan pendidikan khususnya di IAIN Ambon, kalau kita sekarang mulai bekerja dalam tataran mutu dan bagaimana mencapai sistem pelayanan berbasis teknologi dan informasi. Infrastruktur atau bangunan-bangunan fisik yang besar tetap berjalan. Tapi, gerakan kita dalam konteks mengisi proses-proses akademik, kita tidak hanya tergantung pada infrastruktur fisik, kita sudah mulai bergerak masuk pada infrastruktur non-fisik dan mutu. Karena itu, saya ingin katakan bahwa, kerja-kerja mutu dan kerja-kerja yang berkaitan dengan pangkalan data, atau berkaitan dengan teknologi dan informasi ini tidak terlihat. Tidak seperti membangun gedung, tapi dia justru memberi efek besar terhadap pengembangan atau pembangunan satu institusi pendidikan itu sendiri."
Jadi, bagi Rektor, meskipun megahnya fisik kampus, tapi ketika kemampuan meningkatkan penjaminan mutu, atau kerjasama di mana teknologi informasi lemah, atau data tidak bisa dikelola secara baik, maka dengan demikian perangkat yang dibangun akan bernilai rendah. "Lembaga tidak bisa berharap banyak. Karena kalau mengharapkan fisik saja, tidak bisa mengangkat nama baik institusi. Karena, kita sudah berada pada dunia yang sedemikian menglobal, yang kita kenal sebagai revolusi tahap empat. Di mana, semua pengelolaan-pengelolaan organisasi sudah dilakukan melalui sistem jaringan online."
Bahkan Rektor menekankan, bila ada pandangan bahwa pimpinan tidak berhasil dalam pembangunan, karena boleh jadi yang dilihat dari aspek data akademik tersebut. "Karena kita bekerja terkait dengan hal-hal yang tidak dapat dilihat. Kerja-kerja ini menguras biaya, menguras tenaga dan keahlian kita, untuk bagaimana masuk ke wilayah akademik bersistem jaringan online. Di mana, data dan informasi sudah sangat masif membanjir, lewat media sosial atau media online dan sebagainya. Sehingga itu, saya ingin setiap tahun berjalan, yang selama ini menjadi kegelisahan kita adalah pemanfaatan sistem jaringan, harus bisa dituntaskan."
Untuk sistem jaringan di IAIN Ambon, Rektor mengakui, saat ini masih dalam proses perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan menggunakan server pihak ketiga. "Kita coba menggunakan server dengan keterbatasan, yang kemudian menjadi masalah. Kita berkali-kali melakukan pembenahan kerjasama dengan berbagai instansi, termasuk Telkom, untuk kesiapan sarana jaringan yang memadai. Kiranya, pelatihan ini dapat menjadi solusi untuk menuju arah pengembangan IAIN Ambon berbasis sistem jaringan."

Rektor juga mengemukakan harapan besarnya bahwa ke depan IAIN Ambon dapat menjadi kampus yang bisa diakses oleh semua orang melalui jaringan internet. Tak hanya sistem akademik di bidang kemahasiswa, tapi mencakup semua aspek, seperti kepegawaian, pengelolaan keuangan, hingga tatapersuratan. Di mana, ketika rektor ingin mendeksposisikan surat, cukup dilakukan secara online. Atau, ketika rektor ingin mengetahui berapa jumlah mahasiswa pada setiap fakultas, cukup mengakses website, jumlah tersebut dapat diketahui lengkap dengan proses akademik setiap mahasiswa.
Saat ini, akui Rektor, sedang diusahakan agar seluruh gedung di IAIN Ambon terfasilitasi dengan jaringan internet. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan IAIN Ambon tidak lain untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat di kampus hijau tersebut. "Kita terus membangun kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Sevima ini. Kerjasama ini bertujuan untuk memudahkan proses-proses akademik dan pelayanan pada semua level. Bagaimana mengoptimalkan pelayanan di bidang pendidikan dan kependidikan. Tidak mustahil kita siapkan sistem pengajaran berbasis online, misalnya."
Tentu, untuk melakukan semua ini, dibutuhkan tenaga-tenaga yang handal di bidang teknologi dan informasi. Sebab, kesiapan fasilitas yang memadai kalau tidak ditunjang dengan SDM yang handal dan profesional, maka peralatan yang diadakan bakal sia-sia. Sebab itu, pelatihan Siakadcloud ini menjadi salah satu jawaban terkait pengembangan sistem jaringan berbasis mutu di IAIN Ambon.
Mengakhiri sambutannya, Rektor meminta kepada seluruh peserta Pelatihan Siakadcloud agar serius dalam menyimak materi yang disampaikan fasilitator, baik teori maupun prakteknya. Sehingga setelah pelatihan ini, dapat dipraktekkan untuk pelayanan akademik baik di bidang kemahasiswaan maupun kepegawaian. Karena pelayanan saat ini, semuanya telah diarahkan untuk menggunakan sistem pelayanan berbasis jaringan internet. "Saya ingin sekali, sasaran kita selain Kabag yang ada, juga ketua jurusan dan sekretaris, untuk memahami sistem pelayanan. Sehingga ketika ada masalah atau miskomunikasi, langsung bisa dijelaskan oleh para pimpinan di tingkat bawah. Kabag yang sudah ikut kegiatan ini, kiranya dapat disosialisasikan ke masing-masing fakultas. Saya sangat mengharapkan lewat kegiatan ini, seluruh permasalahan yang selama ini kita keluhkan, berkaitan dengan model pelayanan, baik di tingkat dosen, pendataan kemahasiswa dan sebagainya dapat teratasi. Untuk itu, saya berharap, kita yang hadir betul-betul menggunakan moment yang ada untuk belajar, sehingga pada saat lepas dari fasilitator yang ada, sudah dapat dikelola dengan baik," tutup Rektor, berpesan.(***)

Dilihat: 244