Peringati HUT NKRI, ASN IAIN Ambon Wajib Utamakan Disiplin

Civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-73 Tahun, di pelataran Kantor Rektorat IAIN Ambon, Batumerah, Jumat (17/8/2018). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Rektor IAIN Ambon, Dr. H. Hasbollah Toisuta, M.Ag. Upacara peringatan HUT NKRI ke-73 tahun dihadiri seluruh pimpinan di lingkup IAIN Ambon, dosen, pegawai dan perwakilan mahasiswa.

Rektor IAIN Ambon, Dr. H. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya kembali mengingatkan seluruh pegawai, dosen dan mahasiswa untuk memprioritaskan kedisiplinan. Dalam hal kedisiplinan ini, Rektor kembali mengkritisi sejumlah dosen yang masih cuek dalam melaksanakan tugas pengajarannya di kelas. Di mana, beberapa dosen diketahui malas mengajar, namun absennya terisi. Berdasarkan laporan beberapa ketua jurusan, bahwa ada para dosen yang hanya masuk memberikan kuliah satu kali pertemuan, selanjutnya dirapel tanpa pengajaran di kelas selama 15 kali tatap muka. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat yang menitipkan anaknya untuk menjadi mahasiswa di IAINAmbon. Sebab itu, Rektor menenkan kepada para dekan maupun Kajur untuk segera membuat laporan terhadap temuan tersebut guna diproses. Pasalnya, kalau tidak diketatkan maka negara akan rugi dalam dunia kependidikan terutama untuk menyelamatkan para mahasiswa yang menjadi generasi penerus tampuk kepemimpinan bangsa dan negara. 

Lebih jauh, Rektor menekankan bahwa pada setiap perjumpaan para pimpinan perguruan tinggi, baik dengan Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla, maupun Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin, sering mengingatkan pentingnya para pimpinan perguruan tinggi menjaga keutuhan dan ketahanan perguruan tinggi, sebagai kiblat terakhir dunia pendidikan di negara ini. Yang mana, peran perguruan tinggi sangat penting untuk menjaga arus globalisasi di saat derasnya arus komunikasi dan informasi yang kian beredar bebas di masyarakat. "Kehadiran perguruan tinggi, di samping membangun karakter dan mencerdaskan masyarakat, sering diingatkan Menteri Agama RI bahwa seluruh PTKIN memiliki peran untuk merekat semangat kebangsaan dan keutuhan NKRI, termasuk juga dipesankan oleh Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla. Membangun integrasi, mengokohkan moralitas bangsa dan mengawal bangsa dengan pemikiran-pemikiran yang cerdas dan moderat. Hal ini perlu dikemukakan, karena belakangan ini, disinyalir beberapa universitas atau perguruan tinggi, sudah mulai terpapar dengan pemikiran radikal," pesan Rektor.

Bagi Rektor, di sinilah peran penting IAIN Ambon sebagai perguruan tinggi. "Bagaimana mengambil peran-peran membangun masyarakat, dalam mengokohkan semangat kebangsaan kita. Kalau di kampus, bagaimana mengawal kedisiplinan para pegawai dan dosen. Keluhan-keluhan mahasiswa tentang pelayanan dosen, dan pegawai terhadap mahasiswa harus segera direspon. Saya menerima telefon dari salah satu pimpinan Prodi, bahwa, dosen-dosen masih liar mengajar. Ada pertemuan 16 kali, dibuat satu atau dua kali tatap muka, lalu dirapel. Lalu mahasiswa cetak biru seperti apa, kalau kedisiplinan dosen seperti ini. Kedisiplinan kita dalam melayani mahasiswa masih harus dipertanyakan. Ini menjadi bagian kritik kepada kita di IAIN Ambon," tekan Rektor mengingatkan.
Sebabnya, pada puncak perayaan HUT NKRI ini, Rektor meminta kepada seluruh pimpinan, dosen dan pegawai di lingkup IAIN Ambon, agar kembali merenungkan berapa penting tugas pengabdiannya kepada negara di kampus hijau itu. "Karena itu saya meminta setiap hari untuk menggunakan 5 menit saja, untuk membangun visualisasi ideal dalam pikiran bapak atau ibu. Bagaimana peran kita untuk mengidealkan lembaga IAIN Ambon? Kalau saya sebagai dosen, mahasiswa idealnya nilai A atau B. Bagaimana menggambarkan kondisi belajar-mengajar kelas yang baik dengan mahasiswa?," pesan Rektor.
Untuk para pimpinan, jangan sampai ada surat-surat yang menumpuk di atas mejanya. Semua harus dikerjakan sebelum sesaat meninggalkan ruang kerja atau kembali ke rumah. "Tentang disiplin ini, saya ingatkan terus, bahwa pada beberapa waktu lalu, Menteri Agama sudah menjatuhkan hukuman kepada beberapa ASN, sebagai bentuk teguran. Dengan adanya hukuman itu, menjadi starting point kepada ASN untuk memprioritaskan kedisiplinan, termasuk di IAIN Ambon. Dan, saya tidak akan segan-segan untuk melakukan hal yang sama. Ajukan semua pelanggaran dosen lalu kita proses," tegas Rektor.
Ia juga mengingatkan seluruh pegawai di lingkup administrasi, agar terus membenahi sistem pelayanan administrasi, sehingga tidak ada mahasiswa yang diabaikan dalam pelayanan. Bila ada prosedur yang berbelit-belit ketika melayani mahasiswa, maka prosedur tersebut harus dievaluasi. Karena, keberadaan para ASN di kampus hijau ini, dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam hal ini mahasiswa.(***)

Dilihat: 116