Orkestra Asal Spanyol Kolaborasi Rebana di IAIN Ambon

Grup Orkestra OCAS (Siero Chamber Orchestra) asal Spanyol, mengadakan konser musik Orkestra bertajuk Indonesia-Spain Musical Collaboration Vinculos Indonesia 2018, di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Selasa, (31/7/2018).
Konser tunggal grup Orkestra asal Spanyol ini beranggotakan lebih dari 50 orang. Selain tampil memukau dengan berbagai peralatan musik orkestra yang dibawah langsung dari Spanyol, para musisi ini juga memberikan materi tentang peralatan dan musik orkestra, serta diskusi terbuka dengan para undangan, mulai dari pelajar, mahasiswa serta para dosen yang hadir di lokasi kegiatan Gedung Pusat Studi Musik Etnik IAIN Ambon.
Tak ayal, mereka juga mencoba kolaborasi peralatan musik Orkestra dengan rebana, tifa, totobuang dan beberapa peralatan musik tradisional lainnya yang ada di IAIN Ambon, yang dimainkan oleh para dosen dan mahasiswa.
Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya pada acara ini mengaku bangga dengan kehadiran para musisi dunia ke kampus IAIN Ambon, termasuk grup Orkestra asal Spanyol ini. Bagi dia, IAIN Ambon selalu terbuka untuk menerima siapapun yang datang, baik untuk berbagi pengetahuan maupun sharing informasi pembangunan di berbagai bidang ilmu termasuk soal musik.
Menurut Rektor, kehadiran Grup Orkestra asal Spanyol ke IAIN Ambon ini, menjadi bukti bahwa IAIN Ambon menerima perbedaan, meskipun ansi IAIN Ambon adalah kampus Islam. Sedarinya, bahwa berbagai kegiatan yang sudah dilakukan di IAIN Ambon, menjadi bukti bahwa kampus ini memiliki berbagai potensi untuk merawat kebhinekaan antar bangsa dan agama, berupa potensi kultural. "Kita akan mengembangkan potensi kultural yang ada. Sehingga perdamaian, persamaan, kesesamaan harus kita bangun di kampus tercinta IAIN Ambon. Kita tunjukan perbedaan itu dari kampus ini ke dunia."

Pada kesempatan ini, Rektor juga mengakui bahwa gedung Musik IAIN Ambon yang digunakan kemarin, beserta peralatannya merupakan bantuan langsung dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. Untuk itu, ia meminta kepada pihak penyelenggara kegiatan, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang ikut mengawal Grup Orkestra ini, agar kiranya kalau ada bantuan dari pemerintah pusat, dapat disalurkan ke IAIN Ambon, untuk peningkatan sumber daya manusia khususnya pengembangan budaya dan musik di daerah ini.
Rektor menjelaskan, setelah memiliki Gedung Musik ini, IAIN Ambon kini memiliki kelas khusus yang melatih para mahasiswa dalam penguasaan berbagai jenis musik, mulai dari religi, pop, hingga musik etnis. Terakhir, Rektor menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Ambon, yang telah mempercayakan IAIN Ambon sebagai tuan rumah diselenggarakannya Konser Musik Orkestra asal Spanyol ini. Kiranya, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi civitas akademika dan para pelajar yang hadir kegiatan kemarin.
Sementara itu, Pemilik Grup Orkestra Desiero sekaligus Koordinator Vinculas for Indonesia, Manuez Paz, yang ditemui di sela-sela konser Musik Orkestra ini, mengaku bangga dan sekaligus terharu karena dapat menyaksikan keberagaman masyarakat di daerah ini, yang meski dibedakan lewat suku, bahasa dan negara, namun, mereka dapat berbaur dengan rekan-rekannya yang hadir dari Spanyol. Lewat musik, kata dia, semua perbedaan dapat disatukan, seperti yang terjadi kemarin.
Manuez juga bangga dengan IAIN Ambon yang merupakan lembaga pendidikan Islam, namun dapat menerima mereka yang dari agama lain. Manuez mengakui, bahwa masyarakat Spanyol memiliki sejarah panjang dalam kehidupan agama-agama. Di mana, Islam kata Manuez, pernah berjaya di Spanyol selama kurang lebih 800 tahun. Meskipun dominasi agama masyarakat Spanyol saat ini adalah Kristen dan Katolik, namun, budaya dan tradisi yang ditinggalkan Islam di Spanyol masih dirawat sampai sekarang. "Misalnya, berbagai ajaran Islam masih dijaga sampai kini, seperti mencintai dan patut melindungi alam semesta, air, dan sebagainya. Kami setelah ada di Ambon, merasakan seolah ada di Spanyol karena berbaurnya masyarakat di daerah ini. Kami sangat merasa akrab dengan masyarakat, padahal kami tahun sedang berada di lembaga pendidikan Islam," kesan Manuez.
Senada diutarakan LO dan Projective Grup Orkestra Vinculas for Indonesia, Ana Cabalerro, bahwa, masyarakat di Maluku sangat ramah. "Senang sekali, karena warga di daerah ini sangat akrab dan ramah. Mereka sangat menikmati konser kami, dan kami sangat bahagia karena dapat berbaur langsung bersama warga di sini," akui dia.
Sementara Penerjemah, Musisi, Penari dan Pianis, Angela Lopez, menjelaskan, kunjungan Grup Orkestra ini ke Indonesia untuk kedua kalinya. Tahun 2017 kemarin, mereka berkunjung ke Danau Toba, Pulau Seribu dan Jakarta. Untuk tahun ini, agendanya berlangsung di Kota Ambon hingga tanggal 5 Agustus 2018 mendatang, dilanjutkan ke Sigi pada tanggal 6 Agustus, kemudian ke Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Pekanbaru, dan terakhir di Jakarta pada tanggal 19-22 Agustus. Di Kota Ambon, selain mengadakan Konser dan Pelatihan Musik di IAIN Ambon, mereka juga akan mengadakan kegiatan serupa di Institut Agama Kristen Protestan Negeri (IAKPN) Ambon, berkunjung ke Benteng Amsterdam di Hila, konser musik di Hutumuri, dan kegiatan puncaknya pada tanggal 4 Agustus 2018 di Taman Budaya dalam kegiatan Konser Besar Kolaborasi bersama Grup Tahuri.

Angela berharap, kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mereka selaku musisi, karena sudah berada di Kota Ambon, yang dijuluki sebagai kota musik di Indonesia. Senada dengan dua rekannya, Angela juga mengaku bangga karena diterima dengan akrab oleh keluarga besar di kampus IAIN Ambon. "Senang ada di IAIN Ambon, karena bisa berbaur dan menyaksikan perbedaan ini." Khususnya untuk kegiatan di IAIN Ambon kemarin, jelas Angela, selain konser tunggal, juga diisi dengan perpaduan peralatan musik etnik yang ada di IAIN Ambon dengan peralatan Or

Dilihat: 155