Mahasiswa Kukerta Ikut Pembekalan

Sebanyak 240 mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, serta Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon diikutkan dalam kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Angkatan 2 Tahun 2018. Pembekalan Kukerta yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) berlangsung di Ruang Aula Gedung Rektorat IAIN Ambon, Selasa, (23/10/2018).
Setelah para mahasiswa ini ikut pembekalan, maka akan diturunkan untuk menjalani Kukerta selama kurang lebih dua bulan di wilayah Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah, pada tanggal 29 Oktober 2018 mendatang.
Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya menaruh kepercayaan penuh kepada ratusan mahasiswa ini, untuk menjadi agent-agent yang mendukung program pemerintah di masyarakat, dalam kegiatan Kukerta. Tentu, sebagai mahasiswa IAIN Ambon, Hasbollah menginginkan agar para mahasiswanya ini dapat menjaga sifat dan karakternya selama berada di masyarakat. Di mana, para mahasiswa harus mampu membawa diri, dengan tidak melakukan aktifitas seolah-olah para mahasiswa sedang berada di kampus. Tak saja saat berbaur dengan masyarakat, saat berdialog juga harus menyesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan masyarakat, bukan menonjolkan sisi kemahasiswaan. Sebab, kadang para mahasiswa sering tidak merasa diri, kalau mereka sedang berhadapan dengan masyarakat.
Rektor menjelaskan, salah satu pendukung program Kukerta yang akan berlangsung lancar, yakni membuka jalur koordinasi dengan semua stakeholder, mulai dari Pemda, kecamatan hingga desa atau dusun, di mana para mahasiswa akan ditempatkan. Sebab, berangkat dari pengalaman kegiatan Kukerta IAIN Ambon, maka komunikasi atau koordinasi sangat penting, sehingga tidak terjadi mis saat para mahasiswa sudah berada di lokasi Kukerta.

Lebih jauh, bangga Rektor, bahwa semua mahasiswa yang diturunkan untuk Kukerta ini, selain telah lulus mengaji di Ma'had, dan juga telah mengkantongi 110 SKS. Artinya, para mahasiswa yang ikut Kukerta ini telah siap untuk mengabdikan ilmunya ke masyarakat, baik ilmu keagamaan, maupun pada bidang ilmu masing-masing sesuai program studinya. Pesan Rektor, sebisanya para mahasiswa ini dalam program Kukerta, harus menghindari kegiatan yang sifatnya fisik. Sebab, ia tidak mengingkan adanya mahasiswa kelompok Kukerta yang meminta-minta anggaran di pemerintah atau balik lagi ke lembaga, untuk mengadakan kegiatan fisik di lokasi Kukerta, bahkan terburuknya, hingga masuk waktu penarikan mahasiswa Kukerta, program fisik yang dirancang belum kunjung usai dibangun. Sebab itu, mahasiswa Kukerta IAIN Ambon, harap Rektor, dapat mengaktualisasikan pengetahuan teori-teorinya ke masyarakat, salah satunya mengadakan dialog tentang keislaman yang rahmatan lilalamin, atau Islam washatiyah. Ia berharap, para mahasiswa dapat menjadi agent untuk mensosialisasikan peran dan keberadaan IAIN Ambon, sebagai perguruan tinggi ternama di Maluku, yang menjalankan program kependidikan, sekaligus dakwah tentang nilai-nilai Islam yang washatiyah. Islam yang mengajarkan tentang kedamaian dan kebersamaan.
Sebelumnya, Ketua LP2M IAIN Ambon, Dr. Ismail Tuanany, dalam sambutannya menjelaskan, Kukerta merupakan salah satu program yang menjadi syarat akademik di IAIN Ambon untuk semua mahasiswa, yang sudah menyelesaikan 110 sks-nya. Sebab itu, semua mahasiswa yang telah memenuhi syarat dapat mengikuti kegiatan Kukerta sesuai petunjuk dan aturan yang berlaku di IAIN Ambon. Lewat Kukerta ini, para mahasiswa akan diuji kemampuannya di masyarakat, baik untuk mengabdi langsung ke masyarakat maupun untuk menimba pengetahuan dan pengalaman selama berada di lokasi kegiatan. Lewat Kukerta ini pula, para mahasiswa diharapkan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan suppor dan spirit, agar masyarakat tetap dengan semangat untuk melaksanakan tugas-tugas rutinnya. Misalnya, melakukan pendampingan untuk program pengentasan kemiskinan, atau pendampingan keagamaan dan sebagainya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kukerta IAIN Ambon, Dr. Moh. Rahanyamtel, melaporkan, Kukerta ini akan dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, yang terhitung sejak dilakukan pembekalan kemarin. Para peserta setelah pembekalan ini, selanjutnya akan diturunkan ke lokasi Kukerta yang berada di Kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat, pada tanggal 29 Oktober 2018. Di mana, Kukerta angkatan ke-2 ini diikuti oleh sebanyak 240 mahasiswa, yang terdiri dari, 161 mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, dan 79 mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. (***)

Dilihat: 86