​LPM IAIN Ambon Gelar Workshop Desain Integrasi Keilmuan

Guna mengintegrasikan keilmuan pada pembelajaran maka Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Workshop Desain Integrasi Keilmuan, di Lt II Ruang Rapat Senat IAIN Ambon, Senin, (8/10/2018).
Ketua Panitia, Thalha,MA, melaporkan, Workshop desain integrasi keilmuan merupakan salah satu bentuk sistem penjaminan mutu internal yang diselenggarakan oleh suatu organisasi yakni Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Ambon. Kegiatan ini merupakan hal penting terkait dengan mengintegrasikan keilmuan pada proses pembejalaran yang disesuaikan dengan visi-misi IAIN Ambon, dan diharapkan dapat dilakukan sebagai suatu kebutuhan pra praktisi pendidikan baik di tingkat institut, fakultas, maupun jurusan dan dosen. Kegiatan workshop desain integrasi keilmuan seyogyanya dilaksanakan secara terprogram dengan prosedur yang jelas dan didukung oleh sumber daya yang kompeten. Khususnya menyangkut desain integrasi keilmuan yang dituangkan pada proses pembelajaran.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban perguruan tinggi dalam menjamin adanya ketetapan dalam integrasi keilmuan yang dituangkan dalam bentuk RPS. Melalu kegiatan ini juga, berbagai program dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi dapat diantispasi dan ditanggulangi.
Melalui kegiatan workshop desain integrasi keilmuan melibatkan seluruh praktisi pendidikan pada institusi, fakultas maupun jurusan serta perwakilan dosen IAIN Ambon. Sistem dan prosedur pelaksanaan kegiatan sepenuhnya dilaksanakan oleh LPM IAIN Ambon. Hasil kegiatan ini diharapkan untuk dituangkakn dalam suatu laporan tertulis dan draf dokumen RPS. Laporan ini utamanya dimaksudkan untuk kebutuhan pimpinan perguruan tinggi selaku penanggungjawab utama pelaksana kegiatan, draft dan dokumen untuk digunakan pada IAIN Ambon dalam rangka ketetapan integrasi keilmuan. Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah, fakultas, jurusan, dosen, LPM dan gugus mutu di lingkup IAIN Ambon.
Sementara itu, Ketua LPM IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, menjelaskan, workshop ini merupakan salah tuntutan akademik, bahwasanya IAIN Ambon sebagai pusat kajian ilmu keislaman dan illmu pengetahuan, tidak harus mengalamai dikotomi. Harus ada integrasi keilmuannya dengan ilmu-ilmu umum lainnya. Misalnya, dengan berbasis pada multikultural, setiap Prodi atau jurusan, setiap mata kuliah, dapat terintegrasi nilai-nilai multikulturalnya. Entah itu terintegrasi pada metode, atau pola pembelajarannya, bahkan sampai pada nilai-nilainya.

Alasan diambil nilai multikulutral, kata Abidin, karena Maluku merupakan daerah yang memiliki penduduk dengan jumlah suku terbanyak di Indonesia. Maluku memiliki penduduk dengan keragaman bahasa, budaya maupun agama. Pelbedaan inilah yang menempatkan Maluku sebagai daerah berciri multikultural. "Maluku sangat multikultural tidak hanya soal penduduknya yang beragam. Tapi, Maluku juga dikenal sebagai daerah kepulauan karena jumlah pulaunya banyak," jelas Abidin.
Sehingga IAIN Ambon yang berada di daerah ini, harus mampu menjawab tantangan yang ada di daerah. Bagaimana keberadaan IAIN Ambon untuk menyemangati masyarakat agar tetap memahami secara baik kondisi dan keadaan yang multi tersebut. "Sebab itu, kita harus merancang mata kuliah yang konstekstual. Merancang yang sesuai kebutuhan di daerah. Jangan membuat sesuatu yang tidak ada di daerah ini," kata Abidin, sembari menambahkan pentingnya kegiatan ini, untuk mengingatkan kepada seluruh pemangku kebijakan di IAIN Ambon, bahwa betapa pentingnya untuk menjaga agar tidak terjadi dikotomisasi ilmu-ilmu yang dikembangkan sekarang, agar tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Maluku. "Dalam bahasa saya itu, bingreligius. Dia menjadi sesuatu yang religius. Ilmiah juga religius. Bisa memahami secara totalitas tentang agama, tidak hanya sebatas kontekstual saja, tapi harus lebih mendalam, baik dalam bahasa agama maupun bahasa alam," ujar Abidin.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri; dari UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta, dengan peserta para dekan, dosen terkait, serta perwakilan masing-masing Prodi di lingkup IAIN Ambon. Setelah ini, kegiatan akan kembali dilanjutkan pada tanggal 11 Oktober 2018 mendatang. (***)

Dilihat: 162