LP2M IAIN Ambon Worskhop Peningkatan Mutu Penelitian

Guna meningkatkan daya menulis para dosen terutama untuk menunjang aktifitas peneliannya, maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Workshoop Peningkatan Mutu Penelitian. Workshop penelitian yang melibatkan 60 dosen ini digelar di Aula Gedung Rektorat Lt III IAIN Ambon, Jumat, (26/10/2018).
Workshop yang diagendakan berlangsung hingga Sabtu, 27 Oktober 2018 ini, menghadirkan pemateri, Prof. Dr. Irwan Abdullah dan Dr. Hasse Juba, MA, selaku Ketua Program Doktor, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Irwan Abdullah adalah Guru Besar Jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Ketua LP2M IAIN Ambon, Dr. Ismail Tuanany, MM, dalam sambutannya menjelaskan, Workshop ini dilakukan untuk memboboti pengetahuan dan pengalaman para dosen yang konsen di bidang penelitian. Sebab, rata-rata hasil penelitian yang sudah disusun oleh para dosen di IAIN Ambon khususnya, selama ini sulit untuk dipublikasikan ke berbagai jurnal baik di skala nasional maupun internasional. Sebab itu, lewat pelatihan ini kiranya akan lahir peneliti-peneliti baik untuk dosen senior maupun dosen yuniar, yang mampu menulis di berbagai jurnal. Tidak saja jurnal, tapi ke depan sudah ada dosen yang setiap tahunnnya dapat menerbitkan buku.
Sebab itu, ia meminta kepada Prof. Irwan Abdullah, selaku pemateri agar kiranya dapat memberikan kiat-kiat bagaimana menulis dengan baik. Menulis hasil-hasil penelitian, atau menulis karya yang dapat menembus jurnal baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Setidaknya, lewat pelatihan ini pula, dapat menyemangati para dosen untuk meningkatkan dan memacu keinginannya dalam menulis. Sementara untuk peserta yang adalah para dosen di lingkup IAIN Ambon, Ismail berharap agar mereka fokus untuk menyimak materi yang dibawakan oleh Prof. Irwan Abdullah. Kiranya, lewat pelatihan ini para dosen memiliki pengetahuan tambahan dari apa yang sudah dimiliki khususnya dalam bidang menulis.
Prof. Dr. Irwan Abdullah, yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan IAIN Ambon, ketika mengawali materinya, menegaskan, bahwa rata-rata orang Indonesia paling pandai dalam menulis. Bahkan, penulis di Indonesia jauh lebih hebat, dibanding para penulis yang ada di Amerika maupun Eropa. Sayangnya, penulis peneliti Indonesia ketika menulis lebih kepada proyek yang dikerjakan. Mestinya, menulis yang dapat diminati oleh pembaca, yakni mengkondisikan karya tulisnya dengan isu hangat diperbincangkan di publik. Hal lainnya, bahwa
Dalam beberapa penjelasannya, Irwan mengakui kesalahan penulis dalam menulis, disebabkan terjadi kesalahan saat membaca referensi baca. Biasanya, penulis membaca karya orang lain, dalam karya yang sudah dikutif, sehingga nilai kutipannya menjadi tidak bagus. Jadi, kutifannya sudah tidak original. Harusnya yang dilakukan, mencari buku aslinya kemudian dikutip.
Kegiatan ini sendiri menurut Sekretaris LP2M IAIN Ambon, Dr. Saidin Ernas, bertujuan untuk meningatkan mutu hasil-hasil penelitian di IAIN Ambon menjadi karya yang dapat dipublikasikan di berbagai jurnal yang bereputasi nasional dan internasional. Selain itu, untuk mendorong akselarasi para doktor untuk menjadi calon guru besar yang ada di IAIN Ambon. Saidin berharap, lewat workshop ini dapat melahirkan artikel atau tulisan-tulisan ilmiah dari para dosen di IAIN Ambon, yang dapat dipublikasian di semua level jurnal.
Masalah terbesar, menurut Irwan, orang Indonesia itu suka mengetahui semua objek. Tidak fokus kepada satu objek. Mestinya, setiap dosen itu memiliki satu kemampuan atau skill yang dikuasainya secara umum dan khusus. Tidak selalu mengganti-gantikan objek yang ada di dalam dirinya. Kalau saja diganti-ganti, maka akan selalu menjadi pemula. Pemula itu sama artinya dengan pemulung, canda Irwan. Irwan juga menekankan, sebagai peneliti, hal utama yang harus dilakukan yakni menguasai literatur, terampil mengakses jejaring internet, dan selalu melakukan pembaharuan terhadap teori-teorinya. (***)

Dilihat: 92