Kuliah Umum, IAIN Ambon Hadirkan Mantan Rektor Dedi Djubaedi

Guna mencapai cita-cita sarjana bagi seorang mahasiswa, maka hal utama yang harus dilakukan yakni tekun belajar. Selain tekun belajar, mahasiswa juga harus rajin beribadah dan berdoa. Berdoa harus meminta yang intinya, bukan yang muluk-muluk atau melebar ke semua keinginan. Hal penting yang harus dikuasai saat ini, soal teknologi dan informasi (TI) , bahkan untuk TI, mahasiswa harus melebihi para dosennya. Hal ini ditekankan mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, saat memberikan Kuliah Umum di ruang Aula Lt III, Gedung Rektorat IAIN Ambon, Senin, (9/9/2018).
Dedi sebelum memberikan kuliah umum, ia menceritakan kisah dan rasa rindunya untuk berada di tengah-tengah civitas akademika IAIN Ambon. Baginya, IAIN Ambon merupakan satu-satunya kampus yang membekas dalam dirinya ketika dipercayakan menjadi Rektor. Membekas menurut Rektor, banyak hal yang dipelajari ketika memimpin IAIN Ambon. Rasa cinta dan kebersamaan yang jarang dijumpai di luar, menurut Dedi, justru dijumpainya di Maluku, saat memimpin IAIN Ambon. Sebagai orang Jawa, Dedi merasakan bahwa Maluku dan masyarakatnya sangat mencintai kedamaian. Keliru dan salah, kata Dedi, bila orang di luar menganggap Maluku adalah daerah konflik. Justru, untuk belajar hidup rukun dan damai antara sesama masyarakat, antar umat beragama, maka belajarlah dari orang Maluku. "Jadi, tidak ada kekerasan di Ambon ini sebetulnya. Yang ada adalah manise. Cinta dan kasih sayang sesama. Cinta kasih sesama ini harus ditebarkan oleh semua orang dari sekarang," kata Dedi.
Ambon atau Maluku menurut Dedi, memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, bahkan dunia. Meski hanya beberapa tahun di Maluku, Dedi mengaku telah mengenal daerah ini, seperti tanah kelahirannya sendiri. Hal menarik dan unik yang dimiliki oleh Maluku dan tidak oleh daerah bahkan dunia, bahwa masyarakat di Maluku mampu keluar dari konflik horisontal 1999. Sesungguhnya, konflik 1999 merupakan ujian bagi masyarakat Maluku yang sangat dahsyat, dan kemampuannya bahwa masyarakat di Maluku mampu keluar dari konflik tersebut, untuk kembali hidup rukun dan damai seperti sekarang. "Ini sesuatu yang berbeda dari semua masyarakat dunia. Karena hanya terjadi di Maluku. Dan, dunia sekarang mengakuinya," kesan Dedi.
Lebih jauh, ketika memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa baru IAIN Ambon, Dedi membagikan tips untuk menjadi mahasiswa yang sukses. Menurut Dedi, untuk menjadi mahasiswa yang sukses dalam studi, ia harus menanamkan rasa cintanya lebih dulu terhadap almamater atau kampusnya. Hal pertama yang harus diingat, bahwa seorang mahasiswa di manapun ia (mahasiswa_red) kuliah, atau apapun kampusnya, ia harus menghargai dan mencintai almamaternya. Rasa cinta kepada almamaternya itu, akan membuatnya tekun belajar dan tanpa memandang orang di luar perguruan tinggi, yang dianggap orang lain jauh lebih baik. Sesungguhnya, kampus yang menjadi tempat studinya, jauh lebih baik dari kampus orang lain. Selanjutnya ketika rasa cinta itu sudah tertanam, maka selanjutnya ia harus fokus belajar. Menimbah ilmu dari para dosen, dan senantiasa tekun membaca buku. Hal penting yang tidak boleh dilupakan, pesan Dedi, setiap mahasiswa yang mengawali karirnya di perguruan tinggi, harus meminta doa restu dari kedua orang tuanya. Mahasiswa harus meminta agar orang tuanya mendoakan ia sukses dalam menempuh pendidikan. Jangan meminta doa yang aneh-aneh. Doanya harus fokus dan tertuju untuk kesukseskan mahasiswa dalam menempuh pendidikan, pesan Dedi.
Pelopor perubahan di IAIN Ambon meminta kepada setiap mahasiswa di kampus hijau itu, untuk bangga karena bisa melanjutkan studi di IAIN Ambon. Selanjutnya, saat ini para mahasiswa harus menyiapkan diri untuk menjadi sukses. Karena, mahasiswa kata Dedi, merupakan calon orang-orang sukses. "Karena mahasiswa adalah kunci dari kesuksesan.
Untuk itu, jangan berhenti meminta kepada orang tua anda berdoa agar anda sukses dalam studi. Mau jadi apapun, harus mintakan kepada orang tua untuk doakan.
Doanya harus sama, jangan yang berbeda," pesan Dedi, sambil menyatakan, kunci sukses, itu, fokus atau kusyu, cerdas serta fleksibel, karena, inti dari hidup adalah membawa kebahagiaan atau kedamaian
atau ketenangan rohani dalam diri.
Sebelumnya, Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam sambutan singkatnya mengajak seluruh mahasiswa untuk menyimak materi Kuliah Umum yang disampaikan Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi. Bagi Rektor, Dedi telah mengawali pembangunan di IAIN Ambon, yang sampai saat ini terus mengalami perubahan. Hasbollah juga mengingatkan kembali mahasiswa baru untuk menikmati seluruh fasilitas yang sudah disediakan oleh IAIN Ambon untuk menunjang aktivitas belajar dan mengajar mahasiswa. Kiranya, lewat kesediaan sarana dan prasarana pembelajaran yang ada, dapat memacu semangat mahasiswa selama menimba ilmu di IAIN Ambon. "Saya tidak mau berpanjang lebar lagi, karena saya sudah banyak berbicara pada saat opening PBAK. Saya hanya ingin mengatakan, anda selaku mahasiswa harus selalu siap dalam proses belajar," pesan Rektor, sembari menegaskan, bahwa salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa IAIN Ambon saat ini, yakni berhadapan dengan sistem pelayanan online. Sebab itu, mahasiswa harus memahami sistem pelayanan online dengan menguasai teknologi dan informasi yang kian marak berkembang seiring perkembangan waktu. (***)

Dilihat: 91