Bahas Sosialisasi Maba 2019, Panpel Gelar Rapat

Guna mempersiapkan pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (MABA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, maka pimpinan IAIN Ambon menggelar Rapat dengan pimpinan Prodi se-IAIN Ambon. Rapat digelar di Ruang Kantin Rektorat IAIN Ambon, Jumat, (8/2/2019).

Rapat digelar untuk menyiapkan seluruh kesiapan sarana dan prasarana pendukung penerimaan mahasiswa yang akan digelar oleh IAIN Ambon, baik secara nasional maupun mandiri. Rapat dipandu langsung oleh Wakil Rektor I IAIN Ambon, Dr. H. Mohdar Yanlua, MH, dan Kepala Biro AUAK IAIN Ambon, Dr. Basman, M.Ag.
Dr. Basman, selaku Sekretaris Panitia Maba IAIN Ambon, mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh pimpinan dan panitia Maba IAIN Ambon untuk bekerja maksimal dalam mensosialisasikan penerimaan mahasiswa baru. Di mana, dari target penerimaan kurang lebih 1.000 mahasiswa harus benar-benar dapat dicapai. Tentu, kalau targetnya 1000 orang lebih secara nasional di tahun ini, maka pendaftar mahasiswa baru untuk Tahun 2019 harus di atas angka penetapan secara nasional.

Sebab itu, kata Basman, dibutuhkan adanya kerja keras dalam mensosialisasikan penerimaan Maba di sejumlah sekolah yang menjadi target. Kalau sosialisasinya maksimal, maka peluang targetnya dapat dicapai. Tentu, capaian harus dilakukan secara riil antara pendaftar dan yang nantinya akan melanjutkan studi di IAIN Ambon. "Jangan sampai pendaftarnya banyak, tapi yang memasukan berkas untuk kuliah sedikit. Ini yang patut kita antisipasikan. Harus maksimal antara jumlah pendaftar dan mendaftar setelah lulus." Asumsinya, kalau yang daftar 50 calon Maba, maka yang nantinya registrasi juga sama.

Sementara itu, Ketua Panitia Maba IAIN Ambon, Dr. H. Mohdar Yanlua, MH, dalam sambutannya juga menekankan hal yang sama, yakni memaksimalkan kerja-kerja di lapangan dalam bentuk sosialisasi. Dia juga menyampaikan prosedur penerimaan mahasiswa baru, baik lewat jalur nasional PTKIN maupun jalur lokal.

Tak saja itu, Mohdar juga menceritakan pengalaman kerja-kerja Panpel Maba Tahun 2018 lalu. Di mana, secara nasional ada ditemukan berbagai kesalahan yang dilakukan oleh operator sekolah yang menginput data siswa dalam proses penerimaan Maba untuk jalur nasional. Bila tahun ini ditemukan hal yang sama, maka akan dijatuhi sanksi kepada sekolah tersebut. Mohdar juga menjelaskan, penerimaan Maba Tahun ini, khususnya untuk sosialisasi, pihaknya langsung melibatkan seluruh pimpinan Prodi di tingkat fakultas. Hal ini dimaksudkan, agar penerimaan Maba tahun ini, benar-benar diketahui langsung oleh pimpinan di tingkat Prodi. (*)

Dilihat: 225