Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia

***Pagar Beton Sepanjang 200 Meter Ludes Disapu Banjir
BANJIR yang melanda Kota Ambon, Rabu, 1 Agustus kemarin, tidak hanya menyerang rumah warga Kota Ambon, tapi juga pagar beton sepanjang 200 meter milik kampus IAIN Ambon ikut disapu hingga roboh. Ketinggian air kali, yang mencapai 4 meter, meluap hingga ke dalam lingkungan kampus IAIN Ambon. Setelah robohnya pagar beton setinggi 2 meter tersebut, air bah kiriman kali Arbes meluap masuk ke halaman kampus IAIN Ambon. Akibatnya, aktifitas kampus IAIN Ambon lumpuh total, setelah adanya banjir yang menyerang kampus itu.

Pantauan crewWeb, Kamis, 2 Agustus, terlihat para dosen, pegawai dan mahasiswa ke kampus hanya untuk melakukan pembersihan puing-puing sampah, hasil pembuangan air bah. Selain menyebabkan aktifitas kampus IAIN Ambon lumpuh, banjir juga menyebabkan aktifitas pegawai dan petugas BTN Kas IAIN Ambon lumpuh. Karena, kantor BTN Kas IAIN Ambon yang berada di arena GOR IAIN Ambon ikut tergenang air kiriman kali Arbes.

Warek II IAIN Ambon Drs M Yamin Rumra, M.Si, ditemui wartawan di kampus IAIN Ambon menyebutkan, banjir yang menyerang kampus IAIN Ambon ini baru pertama terjadi. Selama ini, banjir hanya melewati jalur kali yang berdekatan dengan kampus IAIN Ambon. Memang, beberapa waktu lalu ketika terjadi hujan deras, banjir sempat merobohkan pagar beton bagian timur kampus, sepanjang 30 meter. Baru kemudian, pada banjir kemarin pagar beton setinggi dua meter, dan panjangnya kurang lebih dari 200 meter itu kembali dirobohkan oleh ganasnya arus kali. Kejadian ini, lanjut dia, akan dilaporkan langsung kepada pihak pemerintah. Sementara, pihak kampus sendiri masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat banjir tersebut.

Selain pagar kampus sepanjang 200 meter itu, pantauan kami juga menyebutkan, puluhan rumah warga yang berdekatan dengan kampus IAIN Ambon ikut terendam air Arbes, yang meluap kemarin. Beberapa dosen dan pegawai seperti Ketua Jurusan KPI Fakultas Dakwah-Ushuluddin Arman Man Arfa, rumahnya terendam air setinggi bahu orang dewasa. Akibatnya, seluruh perabot rumah, mulai dari televisi, komputer, laptop, dan seisi rumah yang tidak bisa sempat diselamatkan ikut terendam air. Selain itu, sejumlah berkas-berkas penting miliknya dan milik istrinya Jamila La Saiba, yang juga dosen di IAIN Ambon terendam air. Selain kedua dosen suami istri itu, ada pula pegawai IAIN Ambon yang tempat tinggalnya disapu bersih oleh ganasnya arus kali Arbes kemarin. Bendahara Fakultas Tarbiyah Bunain Diken, termasuk salah satu korban banjir yang rumahnya disapu bersih oleh arus kali. Selain Bunain Diken, juga salah satu pegawai yakni Hasan, M.Ag. Sementara warga yang rumahnya serangan banjir yakni Hj Ismail, salah satu pejabat PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, Chaniago, di RT 01 RW 17 Desa Batumerah, masih seputaran kampus IAIN Ambon. Dari pengamatan kami, puluhan rumah warga sebelum kampus IAIN Ambon, disapu bersih oleh ganasnya kali Arbes. Rata-rata rumah warga yang disapu oleh air kali, berada di daerah bantaran sungai. Hingga berita ini diupload, belum ada bantuan pemerintah yang tiba ke lokasi para pengungsi. Seperti data yang kami himpun dari posko Bencana KSR IAIN Ambon, menyebutkan, kurang lebih 100 warga RW 17, khususnya pada RT, 01-02 dan 04, kini menempati tempat pengungsi. Rata-rata para pengungsi adalah mahasiswa yang selama ini menempati kamar-kamar kos warga, di daerah bantaran sungai. Sementara yang terlihat, selain KSR IAIN Ambon, ada pula posko bantuan bencana lainnya yang sudah terbentuk dan kini memberikan bantuan pelayanan berupa makanan dari Partai Keadilan Sejahtera, atas Koordinator Syaiful. Menurut pria yang kerap disapa Iful ini, jumlah data korban bencana longsor dan banjir di seputaran RW 17, hingga kini belum bisa dipastikan. Namun, untuk sementara, sudah lebih dari seratusan orang. Untuk sementara ini, pihaknya sudah melakukan langkah alternatif, berupa pemberian makanan kepada para korban. Bantuan juga, disalurkan oleh kampus IAIN Ambon, kepada beberapa pengungsi yang tersebar di seputaran RW 17. (***)