Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia

    Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam arahannya menegaskan, evaluasi terhadap realiasi kebijakan akademik harus dilakukan setiap tiga bulan sekali. Hal ini penting untuk menjaga dan memantau secara langsung intensitas pelaksanaan kegiatan-kegiatan akademik untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan visi dan misi IAIN Ambon. Evaluasi dilakukan sebagai bentuk usaha untuk melihat secara cepat dan tepat atas realisasi kinerja para pegawai di lingkup IAIN Ambon, apakah sudah berjalan maksimal atau belum. Kalau dilakukan setiap tiga bulan sekali, maka segala kekurangan dapat langsung dibenahi.
    Evaluasi mencakup semua aspek bidang pengembangan di IAIN Ambon, termasuk soal sosialisasi penerimaan dan pola rekruitmen mahasiswa baru, mulai dari UM-PTKIN, SPAN, hingga seleksi penerimaan jalur mandiri. Kekurangan dan hambatan yang dialami pada tahun lalu harus dievaluasi sehingga ke depan dapat dilakukan berbagai perubahan ke arah yang lebih baik.  Selain itu, evaluasi juga harus difokuskan kepada proses kesiapan akreditasi mulai dari institut, hingga program studi. Penting, agar nilai akreditasi yang sudah dimiliki saat ini, ke depannya dapat dinaikkan kembali levelnya. Tentu, semua ini harus dilakukan sesuai dengan prosedur atau standar yang berlaku. Tidak hanya itu, Rektor juga menenkan kepada pihak-pihak yang mengelola unit-unit vital dalam kemajuan IAIN Ambon, yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik. Misalnya, tentang pengembangan webiste, maupun pengembangan sistem jaringan internet di kampus hijau tersebut. Kalau semua bidang pendukung ini terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, maka tidak heran kalau perubahan kemajuan IAIN Ambon terutama untuk menjadikan kampus ini sebagai universitas dapat segera terealisasi.
    Sementara itu, Ketua LPM IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, dalam laporannya menjelaskan, mestinya, evaluasi yang dilakukan ini setiap tiga bulan sekali. Hanya saja, karena ini baru dilakukan pada periode kepemimpinannya, maka baru menjadi agenda untuk tahun depan. Sehingga itu, ia berharap agar semua unit yang ada di lingkup IAIN Ambon agar ke depan lebih siap lagi untuk dievaluasi. "Sedianya evaluasi dan monitoring dilakukan setiap ada kegiatan. Monitor dan evaluasi mulai dari laporan maupun kegiatannya. Penting, agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan di IAIN Ambon bermuara ke mutu hasil yang sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditetapkan oleh Rektor," jelas Abidin.
    Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur pimpinan di lingkup IAIN Ambon, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, kepala-kepala unit dan bagian, Kajur maupun Sekjur.
    Aspek atau komponen yang diukur mencakup, pelaksanaan monitoring dan evaluasi mutu akademik tahun akademik 2016/2017, pada 15 Program Studi, yang tersebar pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Pascasarjana, Unit Perpustakaan, Bagian Biro AUAK, yang meliput aspek evaluasi pembelajaran; aspek kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik; aspek kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan; aspek evaluasi karakter mahasiswa; aspek kepuasan tenaga pendidik; aspek kepuasan tenaga kependidikan; aspek kualitas lembaga penelitian dan aspek kualitas lembaga pengabdian. (***)