Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia

    Rektor IAIN Ambon, Dr. H. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya sebelum membuka acara ini menitipkan kepada penyelenggara kegiatan agar kiranya pendampingan perempuan ini dapat berjalan secara kontinyu, sehingga melahirkan kelompok masyarakat yang terampil. Ketika para ibu-ibu yang menjadi peserta ini memiliki ketrampilan, maka mereka akan mampu mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki masing-masing negeri.
    Tentu, sebagai perguruan tinggi, Rektor tidak ingin IAIN Ambon menjadi menara gading yang berdiri di tengah masyarakat. Tapi, IAIN Ambon ingin tampil secara maksimal untuk langsung melayani masyarakat di lapangan, seperti yang dilakukan oleh LP2M lewat berbagai programnya, yang salah satunya dilakukan oleh Pusat Studi Gender dan Anak hari ini. IAIN Ambon selain memiliki peran dan tugas dalam melakukan pembelajaran terhadap generasi muda di kampus, juga aktif dan terlibat bersama masyarakat dalam berbagai kegiatan, seperti Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) maupun penelitian, yang terakomulasi dalam program pengabdian kepada masyarakat.
    Khusus untuk kegiatan pendampingan yang sementara dilakukan, menurut Rektor, tidak hanya sebatas pendampingan tapi langsung dalam bentuk karya nyata. Misalnya, bagaimana melatih masyarakat untuk berkreasi dalam memproduksi hasil-hasil kebunnya menjadi makanan siap saji, yang menembus pangsa pasar. "Singkong akan menjadi mahal bila diproduksi secara profesional. Misalnya lewat kegiatan ini akan lahir homeindustri di kelompok masyarakat. Ketika ada homeindustri maka hasil-hasil kebun masyarakat dapat diproduks secara baik, dan tentu akan menopang pendapatan ekonominya. Pola ini harus dilakukan secara serius," pesan Rektor.
    Ia juga berharap, penyelenggara dapat menggali potensi yang dimiliki masyarakat, untuk selanjutnya didiskusikan dan dibuatkan menjadi draf baku guna disampaikan kepada pemerintah, agar ketrampilan warga ini dapat diperhatikan secara baik dan benar. "Yang lebih penting mendapatkan informasi tentang aktivitas ibu-ibu yang menjadi peserta, misalnya, tentang hasil produksi tradisional agar diolah menjadi lebih modern. Krepek singkong untuk dapat menembus pasaran baik lokal, nasional hingga internasional. Kalau sampai demikian, maka ekonomi masyarakat ini akan menjadi lebih baik ke depan. Ikan asar yang selama ini dikelola secara tradisional, bagaimana ditingkata menjadi lebih baik lagi." Rektor mengakui, Maluku termasuk provinsi dengan kekayaan alam yang melimpah ruah. Kekayaan alam yang belum tersentuh secara profesional ini, terbentang di darat hingga laut. "Tinggal bagaimana semua itu dikelola secara profesional, insya Allah hasilnya akan lebih memuaskan, dan membantu masyarakat dari peningkatan taraf hidupnya," kesan Rektor.
    Sebelumnya, Sekretaris LP2M IAIN Ambon, Dr. Abubakar Kabakoran, dalam arahannya menyatakan, masyarakat telah memiliki skill dan ketrampilan. Masalahnya, ketrampilan itu belum disentuh secara profesional. Sehingga, dalam kesempatan ini akan didesain bagaimana meningkatkan skill dan ketrampilannya tersebut secara nyata. "Ibu-ibu punya peran penting dalam pembangunan. Dalam dua hari ini, kita hadir untuk sharing bersama dalam rangka penguatan ekonomi, penguatan kapasitas diri. Misalnya bagaimana memproduksi sumber daya lokal untuk dapat diberdayakan menjadi sumber ekonomi. Teori yang sudah diterima di kampus akan dishare ke sini. Misalnya bagaimana mengolah singkong menjadi lebih produktif. Ditindaklanjuti dalam bentuk pengabdian untuk diproses secara berkelanjutan," pesan Aka, sapaan pendeknya, sembari memberi wejangan, bahwa untuk mencapai semua itu, warga harus fokus dan total atau sungguh-sungguh. "Itu kunci sukses yang diberikan Agnez Mo alias Agnes Monica," canda Aka, Sekretaris LP2M ini.     
    Sementara itu, Kepala PSGA LP2M IAIN Ambon, Nurlaila Sopamena, dalam laporannya menyebutkan, pelatihan ini digelar selama dua hari, dengan melibatkan peserta ibu-ibu dan bapak-bapak dari Negeri Mamala dan Morella. Kata dia, kegiatan ini bertujuan untuk, menguatkan pemahaman peran perempuan dan masyarakat, menguatkan peran perempuan dan masyarakat lainnya dalam menjaga lingkungan dan alam sekitarnya. Ia berharap, kegiatan ini dapat menghasilkan kemampuan untuk perempuan dan masyarakat dalam lebih memahami secara benar, tentang fungsi, hak, dan kewajibannya. "Kiranya kegiatan ini dapat melahirkan konsep untuk sebuah rekomendasi yang akan diberikan kepada pemerintah atau lembaga lainnya, tentang bagaimana membangun masyarakat di Maluku yang terampil menuju puncak kesejahteraan sosial dan ekonomi yang harmonis," simpul dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ini. (***)