Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia

    Keempat Prodi yang secara resmi diperiksa fisik lapangannya plus Prodi Jurnalistik Islam, pada pekan kemarin, langsung diterima oleh Pempus lewat Kementerian Agama RI. "Fisiknya sudah diterima. Insha Allah empat Prodi baru itu lolos. Kami langsung proses." Demikian diakui salah satu Tim Assesment Lapangan dari Kemenag RI, Dr. Abdul Mukti Bisri, ketika dikonfirmasi Rakyat Maluku, via telefon selulernya, Senin, (9/10/2017).
    Menurut dia, fisik lapangan di IAIN Ambon untuk dibuka Prodi baru sangat mendukung. Sarana dan prasarana telah siap, bahkan lebih maju dari kampus yang ada di luar Maluku.
    Sebelumnya, pada pekan kemarin, Dr. Abdul Mukti Bisri, M.Ag dan Ahmad Machfud, M.Ag, ditugaskan oleh Kemenag RI, untuk melakukan assesment terhadap empat Prodi baru di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Prodi Jurnalistik Islam di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.
    Secara kasat mata, kata Mukti, IAIN Ambon termasuk kampus di lingkup Kemenag RI yang sedang mengalami kemajuan cukup drastis. Faktanya, selain ada pembangunan fisik yang tampak berjalan, juga terus dilakukan pembenahan dari aspek tenaga pengajar. Lemahnya, bahwa IAIN Ambon masih mengalami krisis profesor. Untuk krisis profesor ini, kata Mukti, tidak boleh dibiarkan berlama-lama, tapi harus segera diusulkan para doktor yang memenuhi syarat untuk dapat menjadi profesor atau guru besar. Apalagi, profesor ini sangat relevan dengan rencana IAIN Ambon yang sudah mengajukan proposal untuk alih status menjadi universitas.
    Untuk pengembangan ke depan, Mukti meminta kepada IAIN Ambon agar terus mencari sumber dana dari berbagai lembaga eksternal di luar APBN. Hal ini penting, agar dapat menunjang proses peningkatan sumber daya manusia yang ada di kampus hijau tersebut. Dari aspek akademik, kata dia, prioritas untuk peningkatan kualitas mahasiswa dan dosen dalam bidang penelitian harus dilakukan secara serius. Penelitian baik dalam maupun luar negeri. Semakin banyak penelitian di dalam dan luar negeri, maka akan menambah mutu kualitas IAIN Ambon ke depannya.
    Untuk kesiapan sarana dan prasarana pendukung dalam rangka membuka Prodi baru, bagi Mukti, IAIN Ambon justru sangat siap. Sarana dan prasana pendukung proses kependidikan sangat mendukung. "Untuk sarana dan prasarana sangat mantap." Hal yang perlu terus dibenahi sesuai kebutuhan pangsa pasar, sebut dia, seperti pembenahan terhadap kurikulum, dan peningkatan secara periodik terhadap sumber daya yang dimiliki.
    Sementara itu, Dekan FITK IAIN Ambon, Dr. Samad Umarella, yang ditemui di ruang kerjanya kemarin, menjelaskan, visitasi dari empat Prodi baru tersebut telah dilakukan oleh kedua tim Kemenag RI. Sebelumnya, proses usulan Prodi ini sudah melewati tiga tahapan secara online. "Untuk membuka Prodi baru itu, kita harus melakukan pengusulan secara online. Bila proses online ini lolos verifikasi, maka sudah 90 persen dianggap berhasil. Tahapan selanjutnya assesment lapangan yang dilakukan oleh Tim kemarin untuk menguji validitas data yang diinput."     
    Kata mantan Ketua LPM IAIN Ambon yang sukses menghantarkan visitasi institut ini, diantara yang diverifikasi itu seperti kesiapan dosen tetap, serta kondisi sarana dan prasana pendukung belajar-mengajar. "Kami bahkan ditantang oleh Tim Asesment bahwa STAIN Pare-pare saja bisa buka lebih dari 20 Prodi, kenapa IAIN Ambon dengan kesiapan sarpras yang luar biasa ini tidak bisa membuka lebih dari itu. Kita baru belasan Prodi." Akui, Samad, tentu ini menjadi tantangan bagi IAIN Ambon ke depan. Tentu, untuk membuka Prodi baru ke depan, lanjut Samad, harus disesuaikan dengan kebutuhan pangsa pasar atau kebutuhan masyarakat. Prodi tidak hanya asal membuka, tapi harus sesuai hasil studi kelayakan dan kondisi geografis di daerah ini. Sebagai Dekan, ia mengharapkan adanya dukungan dari semua civitas akademika di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, agar empat Prodi baru tersebut dapat segera direalisasikan oleh Pempus, sebagian tindaklanjut dari pelayanan IAIN Ambon kepada masyarakat di Maluku di bidang pendidikan. (***)