Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia


    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Ambon, Dr. Abdullah Latuapo, dalam sambutannya mengawali acara ini menyebutkan, kehadiran Habib Taufiq bin Abdul Qodir Asseggaf ke kampus IAIN Ambon merupakan suatu anugerah yang harus disyukuri. Karena, kehadiran Habib Taufiq Assegaff dalam rangka memberikan ceramah tentang bagaimana seorang muslim untuk kuat menjaga keyakinan dan kepercayaan kepada Allah Swt, terus menjalankan sunnah Rasulullah Saw.
    Latuapo juga meminta kepada Habib Taufiq Assegaf untuk mendoakan agar Institut Agama Islam Negeri Ambon dapat segera di-alih status-kan menjadi Universitas Islam Negeri Ambon, dan kemudian terus menjadi benteng dakwah pendidikan di Indonesia bagian timur. Selain itu, Latuapo juga menggambarkan tentang profil singkat perjalanan pembentukan IAIN Ambon mulai dari fillial kelas jauh Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, dulunya IAIN Alauddin, kemudian menjadi STAIN dan sekarang menjadi IAIN Ambon. Kalau dikehendaki oleh Allah Swt, maka IAIN Ambon kiranya dalam waktu dekat, menurut Latuapo, dapat segera beralih status menjadi universitas. "Kami memohon kepada Habib agar kiranya dapat mendoakan kampus dan keluarga besar di kampus ini, untuk kita terus membenahi diri dalam rangka menjadi universitas," ujar Latuapo, sembari mengakui, jumlah mahasiswa IAIN Ambon setiap tahun mengalami peningkatan, dengan total saat ini kurang lebih 6 ribu mahasiswa, yang tergabung dalam tiga fakultas; Syariah dan Ekonomi Islam, Ushuluddin dan Dakwah, serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
    Sementara itu, Habib Taufiq bin Abdul Qodir Asseggaf, dalam materi kuliah tamunya menegaskan, semua keinginan manusia kiranya dapat dikabulkan oleh Allah Swt, ketika manusia itu terus menjaga perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya. Tentu, IAIN Ambon sebagai kampus Islam, maka kiblat pembangunannya kata Habib, harus menganut kebijakan sesuai dengan perintah Allah Swt dan ajaran Rasulullah Saw. Kalau IAIN Ambon sudah dapat menjalankan ajaran Al-Quran dan as-Sunnah, maka insha Allah, perubahan yang diinginkan dapat secepatnya tercapai.
    Menurut Habib, ilmu itu membimbing manusia ke jalan yang benar. Jalan yang baik. Karena, orang berilmu selalu bertindak dengan menggunakan otak, bukan dengan ototnya. Ilmu mengajarkan manusia untuk berprilaku secara rasional bukan emosional. Sama halnya dengan seseorang yang telah ber-Islam. Orang Islam, adalah orang yang memiliki prilaku dan budi pekerti yang tinggi. Sebut Habib, orang-orang baik itu, adalah orang-orang yang mengajak ke jalan kebaikan. Mengajak orang lain untuk berbuat amal baik, serta menjauhi larangan Allah Swt. "Ia menegakkan sholat. Mengerjakan amal kebaikan dan menjauhi larangan Allah Swt. Islam itu ditandai dengan kebaikan, bukan sebatas menganut agama Islam," jelas dan kritik Habib.
    Habib dalam kuliah ini, banyak menjelaskan tentang ayat-ayat Al-Quran dan as-Sunnah yang mengajak kepada kebaikan. Salah satunya, menurut Habib, bahwa orang yang mengajak kepada kebaikan, maka pahalanya sangat tinggi. Sehingga itu, sebagai orang Islam, jangan pernah berhenti untuk berbuat baik kepada sesama manusia. "Sebagai muslim, kita harus menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain," pesan Habib, sembari mengajak civitas akademika IAIN Ambon untuk terus berdoa, sehingga keinginan untuk beralih status menjadi UIN, dapat segera dikabulkan oleh Allah Swt. Amin. (***)