Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia

panitia, 6 orang digugurkan karena berkasnya tidak memenuhi persyaratan. Ujian seleksi calon dosen tetap non-PNS yang diikuti 80 orang ini, digelar di Ruang Rapat Senat Lt II IAIN Ambon, Senin, (13/12).

Ketua Panitia Seleksi, Dr. H. Mohdar Yanlua, menjelaskan, ujian seleksi diawali dengan tahapan pendaftaran, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, yang hasilnya diikuti dalam seleksi tertulis. Setelah ini, lanjut dia, para peserta yang lolos seleksi tertulis, masih akan mengikuti ujian kompetensi keilmuan. 

Untuk kuotanya, kata dia, berdasarkan kebijakan pemerintah pusat, diberikan kuota untuk IAIN Ambon sebanyak 50 orang. Kuota ini akan dikondisikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan di IAIN Ambon, terutama soal anggaran. "Sehingga besar kemungkinan yang bisa lolos itu tidak lebih dari 50. Tentu, tidak bisa lebih dari kuota yang sudah diberikan. Semuanya akan dikondisikan dengan kebutuhan dan keuangan negara di IAIN Ambon. Kalau anggarannya memungkinkan 50 lolos, maka kita akan kondisikan, kalau tidak, kita hanya bisa terima sesuai kebutuhannya saja. Kalau anggarannya hanya bisa untuk 20, maka kita akan terima 20 itu," sebut Mohdar.

Ia menjelaskan, rekruitmen tenaga dosen tetap non-PNS ini, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing program studi yang ada di lingkup IAIN Ambon. Ia berharap, para peserta tetap sportif dalam mengikuti seleksi, dan sesuai dengan kompetensi keilmuan yang dimilikinya. Kelak, ia berharap para peserta yang lolos nanti, dapat mengabdi dengan serius untuk pembangunan IAIN Ambon. 

Lebih jauh, ia menjelaskan, dosen tetap non-PNS sendiri merupakan program pemerintah kepada perguruan tinggi yang belum terpenuhi rasionalitas antara dosen dan mahasiswa, sehingga diberikan peluang kepada perguruan tinggi untuk membuka penerimaan, seperti di IAIN Ambon ini, yang kualifikasinya naik kepangkatan dan jabatannya sama dengan PNS. 

Dalam pantauan Rakyat Maluku, ujian ini diikuti para sarjana magister baik lulusan Magister Pendidikan Islam IAIN Ambon, maupun lulusan beberapa perguruan tinggi lainnya di luar Maluku. (***)