Kementerian Agama RI.

Institut Agama Islam Negeri Ambon

Jalan Dr. H. Tarmizi Taher - Kebun Cengkeh - Batu Merah Atas
Ambon - Maluku - Indonesia

Kuliah umum bertemakan, 'Eksistensi Polda Maluku dalam Harkamtibmas, Pelindung, Pengayom, Pelayan Masyarakat dan Penegak Hukum di Provinsi Maluku', ini, dihadiri ratusan mahasiswa, hingga membuat ruang Aula Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon, Rabu, (14/12), penuh berdesak-desakan.

Berbeda dengan Kapolda sebelumnya, mantan Dansat Brimob Polda Maluku ini, hadir ke kampus IAIN Ambon dengan menumpang mobil bus Polda, beserta seluruh pejabat utamanya. Mulai dari Wakapolda Maluku KombesPol Musa Ginting, Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kombes Pol Budi Wibowo, Kasat Brimob Polda Maluku KombesPol Agus Pujianto, Direktur Lalulintas Polda Maluku, Kepala SPN Polda Maluku, Direktur Intelkam, Karo SDM, Direktur Polairud, Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Harold Wilson Huwae, Kasat Intelkam Polres P Ambon dan Pp Lease AKP M. Mosaad, hingga Bhabinkamtibmas wilayah Negeri Batumerah, BrigadirPol Abdullah Hehanussa.

Seluruh pejabat utama diperkenalkan kepada civitas akademika secara masing-masing oleh Kapolda, sesaat sebelum menyampaikan materinya tentang, 'Eksistensi Polda Maluku dalam Harkamtibmas, Pelindung, Pengayom, Pelayan Masyarakat dan Penegak Hukum di Provinsi Maluku'.

Dalam kuliah ini, Kapolda mengajak para mahasiswa untuk lebih fokus pada studinya. Selain itu, mahasiswa diminta pula untuk menjauhi Narkoba. "Fokus ke studi. Tingkatkan beban untuk membuat tugas ilmiah. Hindari hal-hal kontraproduktif yang dapat merusak masa depan anda," pesan Kapolda. 

Selain menjelaskan soal visi dan misi Kapolri dalam meningkatkan integritas Polri, ia juga memberikan pemahaman tentang tindakan yang patut diambil, apabila ada bawahannya melakukan kesalahan saat bertugas. Dalam konteks ini, Kapolda sempat bertanya kepada salah satu dosen soal sikap pimpinan, apabila ada anak buahnya berbuat salah. "Bila ada anggota yang melakukan pelanggaran, apakah itu oknum atau institusi," tanya Kapolda. Bagi Kapolda, pelanggaran anak buah, merupakan kelonggaran kontrol dari sang pimpinan. Maka, harus disalahkan pimpinannya karena tidak mampu mengawal secara intens kinerja bawahannya.  "Kalau ada kesalahan oknum polisi, maka kesalahan lembaga, karena saya sebagai pimpinan tidak berlakukan pengawasan secara ketat hingga ke bawah," tegas Jenderal satu bintang ini. 

Selain itu, Kapolda juga menjelaskan tentang fenomena kehidupan  masyarakat saat ini. Mulai dari demokrasi sosial kehidupan masyarakat hingga perubahan kehidupan manusia di dunia, yang berkaitan pula dengan keamanan. Tak cukup di situ, secara mendalam, Kapolda juga menjelaskan pedoman hidup dan pedoman karya bagi seorang Polri. Polisi kata dia, harus memahami tugasnya sebagai insan karya, yang berbakti kepada bangsa dan negara.  Ia harus menjalankan amanat tribrata yang menempel pada pundaknya, kapan dan dimanapun ia berada. Sebagai satu bentuk antara hubungan manusia dengan manusia. Sebagai manusia, polisi juga harus menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah, dengan menjaga hubungan itu lewat ibadahnya. Dalam hal tugas, seluruh anggota Polri bekerja sesuai Tupoksi Polri dalam Pasal 13, 14, 15 UU No. 2 Tahun 2002. 

Kapolda, tak cukup di situ, ia juga memberikan pandangannya tentang aksi-aksi mahasiswa. Ia tetap setuju dengan adanya aksi demonstrasi para mahasiswa. Hanya saja, aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa harus bersifat positif. Aksinya tidak menggangu kamtibmas dan merusak fasilitas negara. Tentu, aksi-aksi harus dilakukan untuk mengubah hal-hal negatif kepada hal positif, bukan sebaliknya. "Saya setuju mahasiswa demo. Tapi, demo harus tertib. Tidak boleh merusak. Demo yang bersifat untuk perubahan positif. Perubahan ke arah yang buruk menjadi lebih baik," guyon Kapolda, disambut tepuk tangan. 

Sementara Rektor IAIN Ambon, Dr. H. Hasbollah Toisuta, yang mengawali sambutannya mengharapkan agar Kapolda dapat memberikan pesan-pesan pembinaan kepada civitas akademika, khususnya tentang penegakan hukum di daerah ini. Terlebih, Kapolda diminta memberikan motivasi kepada mahasiswa, agar tidak hanya sibuk dalam melakukan aksi demo, tapi lebih fokus kepada studinya. Rektor juga menjelaskan secara singkat tentang pembangunan IAIN Ambon, mulai dari aspek pembangunan fisik berupa gedung-gedung, pembangunan SDM hingga pembenahan terhadap kurikulum, dan lebih kepada usaha mengubah alih status IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri Ambon, yang salah satunya dengan membuka sejumlah fakultas baru di kampus tersebut. (***)